Juice Strawberry : Solusi Saat Capek Bekerja

Juice Strawberry

Belakangan ini cuaca enggak menentu… sebentar panas, sebentar hujan…

Ditambah dengan kegiatan editing data rekening belangan ini.. udah mata capek banget, pikiran juga penuh… jadi rasanya cepet capek…

Enggak tau kenapa juga tim ABACUS ini jadi hobi minum jus stroberi..menurut teman-teman bikin “cheer up” selain warnanya yang merah… juga enak banget ternyata…

Ternyataaaaa…buah stobery berwarna merah ini mengandung vitamin  yang dapat mengurangi resiko berkembangnya kanker. kandungan vitamin  dalam strawberry merupakan mineral yang dapat mengendalikan tekanan darah tinggi, selain itu buah ini banyak mengandung zat besi yang berfungsi untuk memproduksi sel darah merah.

Kita sebagai perempuan emang lebih banyak membutuhkan zat besi sehingga lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi jus strawberry secara rutin.

Buah strawberry juga mengandung vitamin A dan C, kalsium dan fosfor. vitamin A dan C sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh. kalsium dan fosfor berguna untuk pembentukan tulang dan gigi, menjaga kesehatan jantung dan mengurangi penimbunan racun atau toksin dalam darah. selan itu kalsium dan fosfor berguna untuk menjaga kesehatan kulit dan menghaluskan kulit yang kasar. kandungan asam salisilat yang ada dalam strawberry dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membuka pori2 yang tersumbat.

Jadi kerjaan selesai… tim ini bakalan lebih sehat dan cerah.. *berharap* hihihi

 

Bahannya:

Buah stroberi segar : 2 cangkir
Gula: 1-2 sdm
Gula vanili: 1 sdm (atau menggantinya dengan gula biasa dan ekstrak vanili)
Air: 1 cangkir, dingin (atau ganti dengan air mineral cup)
Lemon: 1 sdm (segar diperas)

Cara membuatnya:

Potong stroberi menjadi irisan tipis. Taburi di atasnya dengan 1 sdm gula dan 1 sdm gula vanili.
Biarkan di kulkas selama dua jam sampai gula mencair.
Giling stroberi dengan air dingin dan air jeruk dalam blender.
Cicipi dan tambahkan gula jika diperlukan.
Saring jus dan sajikan dingin.

Iklan

Hunting Rumah Impian (semoga jodoh)

Benarkah membeli rumah seperti memilih jodoh? Idiom ini sering sekali kita dengar dari orang tua, saudara dan teman. Ada juga yang bilang : “Beli rumah itu jodoh-jodohan. Kalau cocok tidak akan lari kemana.

Dari pengalaman beberapa teman yang mengajukan KPR dan membeli rumah yang diinginkan, “jodoh” yang mungkin dimaksudkan adalah : rumah yang dibeli sesuai dengan yang dibayangkan sebelumnya, harga terjangkau, proses mudah, dan pada waktu yang tepat. Pada intinya semua terasa mudah, dari proses pencarian, pengambilan keputusan, pengajuan , akad kredit, hingga pembangunan atau renovasi rumah. Tidak ada kendala yang rumit dan menyulitkan dalam memiliki rumah.
Memilih rumah, terutama untuk ditempati sendiri bersama keluarga, memang tidak mudah. Selain faktor keinginan (lokasi, type rumah, fasilitas, kondisi lingkungan) faktor kemampuan (harga rumah dan biaya-biaya lain) menjadi bahan pertimbangan. Yang diharapkan adalah menyatukan keduanya, sehingga impian akan rumah sendiri menjadi kenyataan, istilah sederhananya : pas di hati dan tentunya pas di kantong.
Selain mencari rumah yang cocok, biasanya kita  mencari lembaga keuangan  untuk kredit kepemilikan rumah. Bagi yang tidak memiliki tabungan untuk membeli secara tunai, kredit di lembaga keuangan menjadi pilihan, meskipun tentu saja harus membayar angsuran yang terdiri dari pokok dan bunga.
Beberapa lembaga keuangan mengharuskan adanya  downpayment (DP) yang nilainya sekitar 20% -30% dari harga rumah, baru sisanya dibiayai dari kredit. Caranya ? Ya disarankan untuk memiliki tabungan minimal untuk DP dulu, dan sebaiknya jangan pernah membayar DP rumah dari uang pinjaman.  Mengapa? Karena selain DP,  harus tersedia ready cash untuk biaya surat menyurat (dokumen dokumen bukti kepemilikan).

Dengan spesifikasi rumah yang kita idamkan, mulailah mengkalkulasi sendiri kira kira berapa dana yang harus kita siapkan. Karena jika kita menunda untuk mulai menabung, beberapa tahun lagi uangnya baru bisa terkumpul? Mengapa begitu ?  Masalahnya, ketika uang sudah terkumpul, harga rumah juga pasti sudah naik lagi. Artinya, uang yang sudah kita kumpulkan akan terus tidak cukup jika kita terus menginginkan rumah seperti yang kita idamkan. Rasanya memiliki rumah idaman baru bisa sebatas angan-angan.

Jadi, bagaimana ?
Mengatur keuangan, dengan dua cara : memperkecil pengeluaran atau memperbesar pendapatan. Atau malah kedua-duanya dijalankan bersama, sementara terus mencari rumah yang menjadi “jodoh” kita. Mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang kredit untuk pembelian rumah. Memutuskan mana yang terbaik, dan ketika saatnya tiba, rumah impian di depan mata, kita sudah siap menyambutnya.

Pilih yang terbaik, pilih yang teraman, pilih yang paling nyaman.

Pengalaman pribadi mencari rumah, ternyata memang benar-benar membuat stress. Yang paling parah adalah memadukan keduanya :kemampuan dan keinginan.

Budget yang dimiliki plus kemampuan (setelah dihitung-hitung dan hitung) ternyata cukupnya membeli rumah dipinggiran kota. Itu pun dengan tipe yang minimalis :p (kayaknya juga enggak mudah memenuhi dan menjalankan tips di artikel yang aku tulis sendiri hwhwhwhwh)

KIra-kira nyarinya sudah 4 bulan berjalan ini.  Beberapa kali nemu yang budgetnya cocok, eh lokasinya nyempil di dalam gang, masuk gang kecil lagi dan di pojokan… (gang ya cuman muat sebadan kita) Nemu yang bagus… waaahh harganya kemahalan…

Jadinya hampir tiap hari ngebuka koran, liatin iklan baris deretan “PROPERTI”, atau dari situs-situs di internet.. atau dari nanya-nanya… ato dari keliling-keliling…

Nyari, ngeliat, survei sekeliling… awwwhhh melelahkan! Asli dah….

Sekalinya nemu rumah yang budgetnya nyampe… ternyata secara enggak sengaja rumah yang dijual itu ternyata  bersebelahan dengan rumah yang dibeli salah satu temen di kantor,… Begitu nelpon orang yang punya rumah.. dari harga 80 juta penawaran, blom lagi ditawar dia udah mau turunkan jadi 65 juta…

Waaah… antara seneng dan was was… ada apa nih… akhirnya cek punya cek… lokasi itu emang kurang berkembang… padahal udaranya masih sejuk dan dingin…. wah bayangkan ama kota Malang yang udah mulai panassss. Di sekeliling itu banyak sekali rumah yang ada tandanya DIJUAL..

Jadi…. kegembiraan yang udah ada langsung ilang… plasssss…

Kira-kira dua bulan abis itu, ga sengaja…ketemu seorang teman yang udah 3 tahun ga ketemu…  Iseng nanya2… katanya… eh… nih deket rumahku ada yg dijual, 2 biji… eh 2 rumah :p

Ya udah akhirnya besoknya janjian kesituh, dan dianterin.. Menuju ke lokasi sempet nyasar (maklum ga tau jalan :p) tapi ternyata meskipun rada dipinggiran ga terlalu jauh. (kira2 6 km dari rumah), daerahnya adem, tapi dah rame… dan lokasinya berkembang dengan pembangunan cluster baru

Rumahnya kaya ginih

Setelah nelpon yang punya dan janjian u ngeliat rumah… ternyata lumayan… bangunannya bagus dan ga lama baru direnov… orangnya kudu pindah karena kantornya suruh dia tugas diluar kota…

Setelah dapet copyan surat-surat… akhirnya… mengambil keputusan besar… mengajukan KPR!

Sekarang sih masih dalam proses… yah ga usah dipikir yah… kalo emang jodoh pasti dapet… Amiiiin

Semoga mimpi bekerja dari rumahnya segera terwujud

 

 

 

Memasang Tombol Share Facebook & Twitter di Postingan WordPress

Lama nggak ngeblog, saya kok merasa gaptek ya… hwhwhw…
utek-utek features di web, maupun blog, jadi bingung… akhirnya nanya-nanya lah ke mbah google..

Karena mo serius nge blog lagi (ini beneran loh!), pengen banget munculin tombol share facebook dan twitter dibawah postingan..

Tips dari beberapa situs dicoba, mulai pasang HTML Code sampe plugin… eeeh… akhirnya yang ketemu sederhana banget : Pilihan Sharingnya ada di Dashboard WordPress sendiri..

So thx.. yaaa

Bagi yang mo coba.. ini linknya : https://mastergomaster.wordpress.com/tag/cara-memasang-tombol-share-facebook/