Mastermind TDA Ngalam 6 April 2008

Resume Mastermind TDA-Ngalam 2, 6 April 2008

Mas Dona, Pak Rinto, Aku, Erwin, Mas Andi, Mas Ayiek

Mastermind TDA NGalam2 kali ini bertempat di Bankso Nyuss nya Pak Rinto, Jl. Simpang Borobudur 80.
Minus Pak Rahmad, yang berhalangan hadir, mastermind berlangsung seru dan sangat inspiratif.

Mas Dona sedang sharing pengalamannya yang pernah jadi “panas-dingin” dan ga bisa tidur mikirin bisnisnya. Menurut Pak Rinto, harus bersyukur lho, di beri rejeki untuk memperoleh bisnis besar, dan itu (panas dingin dan ga bisa tidur) adalah suatu proses untuk mencapainya.. wah.. luar biasa..melihat suatu masalah datang sebagai suatu peluang, dan suatu jalan keluar.

Sementara Erwin merasa bahwa dia harus belajar banyak dalam analisa usaha. Maka untuk membahas hal tersebut lagi-lagi Pak Rinto mempunyai formula, yaitu :
1. Ikutilah Seminar Bisnis
– selain mendapatkan ilmu dan informasi dari seminar bisnis, link lah yang penting. Kita akan ketemu orang-orang baru, mendapat peluang dan informasi baru dari peserta2 lainnya. Dan menurutnya, meningkatkan “level” kita, maksudnya adalah ketika kita berhubungan dengan pengusaha-pengusaha besar, cara pendekatan dan perkenalan kita akan berbeda di mata mereka apabila bertemu di seminar2 bisnis (apalagi yang bayare mahal rek…)

2. Bergabunglah dalam komunitas
– tujuannya sama, memperoleh banyak informasi dan memperluas wawasan kita. Dari contoh yang sederhana soal kaos dan hem seragam karyawan.. saya punya usul, gini lho kaos yang bagus. Atau ada info, kredit dari bank ini lho yang bunganya kecil… dan yang pasti menambah teman dong…

3. Perluas “Kamus” dan perbendaharaan bisnis kita, memperkuat elemen2 dalam otak kita untuk mengenali peluang-peluang dan mengerti seluk beluk usaha lain
– misalnya dengan cara menggali informasi tentang tempat kita biasa makan. Mengetahui detailnya, belanja dimana, masak nya gimana dll…
– atau pas ke mini market, bagaimana ya cara mereka stok barang, cara display, dll
jadi apabila suatu saat kita memerlukan informasi, otak kita udah langsung nyambung (langsung ngeprint katanya, hehe…)

– contohnya nih, saya lagi pengen makan bakso, pasti inget, makan bakso di tempat pak rinto ah, dia kan bisnis bakso. Atau : kok lagi pengen menghias meja ya, inget Erwin, dia kan bisnis smart-gel. Inget mo kursuskan anak, inget Dona, kan dia bisnisnya di Primagama. Inget sayur dan sate kelinci, ingetnya mas Ayieks… (beliau ini pengalaman bisnisnya banyak banget lho… hebat rek…)

Lalu dibahas juga tentang LOA, it’s working!… mewujudkan keinginan kita secara detil dan tertulis, seperti kata pak tung, tertulis dan jelas!… mas Dona sudah membuktikan tuh…

Soal Peluang Bisnis yang tadi, kami juga membahas tentang bisnis bagaimana dengan bisnis yang :
1. Modal Besar – Hasil Besar
2. Modal Besar – Hasil Kecil
3. Modal Kecil – Hasil Kecil
4. Modal Kecil – Hasil Besar

Pada intinya Mastermind kali ini membuka pikiran kami tentang :

1. Melihat suatu masalah sebagai peluang dan melihat suatu kendala sebagai kesempatan. Luar biasa, kan?

2. Pentingnya menambah pengetahuan kita tentang suatu usaha, menambah perbendaharaan bisnis kita di setiap saat di setiap waktu. Meletakkannya di otak kita bahwa we have relations, links, informations…

3. Menerapkan LOA di setiap keseharian kita.

4. Pertemuan kayak gini penting lho (merecharge diri, kata Mas Dona), bisa melepaskan semua pemikiran, memperoleh dukungan yang diperlukan, dan membuka mata kita..

…. dan yang pasti membuat kenyang, abis mastermind makan bakso hehehe…

Sampai ketemu di Mastermind berikutnya…

Salam,

Vivi Damayanti
http://vividamayanti.blogspot.com

ps: mastermind tadi ojobku ikut lho… biasanya paling susah diajak ngumpul2 ginih… (malu be’e liat dirikuh yang cerewet hihih)

Saya ketemu Pemilik Kebab Turki Baba Rafi


Saya, Pak Saptuari, Pak Hendy, dan Mas Ambay

Hari ini saya terperangah. Benar-benar terperangah. Mendapat sms dari Pak Hendy Setiono pemilik Kebab Turki Baba Rafi . Rupanya beliau sedang road show di Malang, dan punya schedule cukup padat. Seperti smsnya ke saya jam 1 ngisi di seminar UKM 234 di Hotel Santika, jam 6 sore ngisi kelas EU di Hotel Pelangi dan besoknya hari Minggu, seminar di Widyaloka Unibraw, dengan judul Start to be Entrepreneur. dan sorenya harus udah di Jember ngisi kelas EU juga.
Dengan jadwal sepadat itu beliau berkata, dateng aja… apa saya ga ganggu nih?
Sempat terpikirkan untuk ngikut aja seminarnya di Unibraw, tapi kata Mas Dona, lha.. kita kan udah entrepreneur?? hehe bener juga…
Akhirnya terpikir untuk hadir di kelas EU juga… tapi saya kan bukan orang EU, bukan siswa EU, bukan pula alumni EU. Mas Dona menyarankan untuk kontak Pak Rinto. Nah Pak Rinto bilang, ayo, dateng bareng saya aja..

Akhirnya malam itu saya datengnya barengan Mas Ambay (sandal lucu). Disana ketemu mas Alfred yang ngelola EU. Sementara Pak Hendy masih di dalem kelas, ngajar.
Yang seru, mas Ambay boleh kalo ikutan masuk kelas karena dia alumni Eu, sementara saya dicegat (baca dilarang) untuk ikut masuk karena saya sama sekali bukan orang EU. wew… saya sih memang bukan orang Eu, tapi ngumpulnya sama orang2 alumni EU (Mas Dona, Mas AMbay, Pak Rinto, Mas Donny, Pak Agung dll…)

Ya udah saya tunggu aja Pak Hendy di luar kelas..
Dateng deh pak Rinto. Ya udah deh lo masuk aja, katanya, tapi kelas kan sedang berlangsung, dan katanya saya dilarang masuk… Eh Pak Hendy keluar, dan menyalami saya… dan… saya diundang masuk ke kelas, sama mas Ambay.. hehehehehe….
(saya tanya2 untuk ikut kelas EU biayanya 2 juta u 8 x pertemuan, dan ini adalah angkatan ke-11, pembicaranya alumni2 EU yang udah sukses, sementara pesertanya dari beragam kalangan dan profesi… lah saya ikut aja tanpa bayar! Kata Mas Dona, cuma dirimu yang masuk kelas EU, gratis!)

Waktu itu lagi diputar video tentang Pak Hendy (saya pikir… wah ngajar sekalian jualan nih), dan gak lama masuklah Pak Saptuari (Kedai Digital Yogya) menyampaikan materinya..

Kelas baru terasa seru setelah sesi tanya jawab berlangsung beberapa lama. sebelumnya pada dieeeeem semua. Dan pertanyaannya lebih ke : kalo ambil franchise kebab BEP nya berapa lama? masaknya gimana dll…

Aslinya saya merasa beruntung sekali lho, dapat mentor Juara I dan II Wirausaha MAndiri. dan dengar dari mereka langsung pengalamannya.

Saya jadi “gatal” pengen segera ngomong pada saat sesi sharing (kebiasaan buruk nih :p) tapi begitu saya ngomong, semua pada ngeliatin saya lho… (jadi agak malu :p), dan waktu Pak Hendy bilang, ini Mbak Vivi… Pak Saptu langsung ngomong, yang punya Kedai Pancake Sumbersari?? Oh ini to… wah saya jadi bener2 gak enak ati, apalagi setelah bilang, saya sering baca tulisan2nya lho….
Wah Pak Hendy ternyata udah beberapa kali mampir ke Kedai SS, dan baca artikel2 saya juga… wah…
(padahal wis lama gak nulis di milis)

Oh iya Pak Hendy ini orangnya masih muda banget ternyata…. dan sangat friendly…

Pulangnya dari kelas EU saya juga dikerubuti peserta yang mo nanya2 dan bagi kartu nama… wah seolah2 saya pembicara nya…

Hari ini saya seneeeng banget… apalagi tadi juga di sms in wartawannya majalah DUIT!, waduh….