Sansivieria, Tanaman Hias Penyerap Ratusan Jenis Racun

Belakangan, saya keranjingan menanam… karena yang saya temukan di halaman saya sebagian besar adalah sansiviera, tanaman inilah yang saya rawat tiap harinya…

Ternyata disebut tanaman hias penyerap racun lho… artikel ini saya baca secara ga sengaja…

Sebuah fakta menarik, bahwa Lembaga Penerbangan Antariksa AS (NASA) menanam ribuan sansevieria di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi penanaman ini hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi nuklir tersebut. Apabila suatu saat terjadi kebocoran, maka ribuan sansevieria tersebut akan meredamnya.

Ya, ternyata tanaman hias Sansevieria atau dikenal juga dengan sebutan Lidah Mertua adalah tanaman antipolutan dan juga penangkal radiasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Sanseveira mampu menyerap 107 jenis racun. Termasuk racun-racun yang terkandung dalam polusi udara (karbonmonoksida), racun rokok (nikotin), bahkan radiasi nuklir.

Riset lainnya dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan seluas 100m3 cukup ditempatkan Sansevieria Lorentii dewasa berdaun 5 helai agar ruangan itu bebas polutan.

Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan mampu menyerapnya sehingga di daerah berlalu lintas padat.

Dan di dalam ruangan yang penuh dengan asap nikotin dimanfaatkan sebagai antipolutan (air freshener). Sementara di Afrika getah Sansevieria dimanfaatkan sebagai anti racun ular dan serangga.

Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Sansiveria (lidah mertua) memang sering kita temui di pekarangan rumah di kampung-kampung, baik itu ditanam di sekitar pagar maupun di dalam pot, tetapi mungkin kita belum banyak mengetahui akan salah satu fungsinya yang anti polutan dan radiasi, jadi bagi yang belum buruan kita tanam di rumah kita.
Kalau gitu… saya beli pot ah… mo nanam lebih banyak lagi 😀

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2011/01/sansivieria-tanaman-hias-penyerap.html#ixzz1SF2uXlSS

Iklan

Bisnis Rumahan + Bisnis Online = Bisnis Hebat

Hai moms, how r u today ?

Menyadari bahwa ini bisnis yang menjanjikan, memang tidak selalu dari testimoni,dari kisah sukses, dari cerita upline, kisah di forum dll..

Kedadaran luar biasa ini muncul dikarenakan hal yang tidak terduga, saya bertemu dengan Mami Riesma Anwar, downline pertama saya, secara online.

Mami nih ngisi data pending member, dan langsung banyak bertanya, baik sms atau telepon… Saya yang baru, dan enggak mau kelihatan enggak tau, mau tidak mau harus belajar untuk menjawab segala keingin tahuan mami tentang bisnis itu…

Ya itu loh awalnya : malu… Malu kalo kelihatan ga tau… (hai maaam… *malu aku*)

Karena donline cuman satu, kami sering berkomunikasi… berdiskusi…  (saat ini hal itu sering kurindukan, karena kita berdua banyak kesibukan mam …)

Bangganya saya ama Mami Riesma gini :

Usia 60 tahun
Masih aktif bekerja
Punya usaha sendiri (Catering & cake)
Masih semangat menjalankan bisnis online

Dan yang hebat,penjualan mami luar biasa, meskipun awalnya ragu2… minimal 300 BP loh… sering2 500 BP keatas… ck ck ck…

Mami punya facebook loh,aktif,punya email, punya YM, punya twitter… punya website!

Thanks ya mam… *hugs*

Nah sampai kemudian saya punya donlineMba Meilanny dan Mba Nurfaidah… udah pede ngejelasinnya.. Abis itu nambah Mba Sisilia Diman… dan Mba Zerlita.. kemudian Mba Diana… ihhh masih inget urutannya…. masih dikit sih… waktu itu…

Karena kesulitan di awal… saya enggak mau donline2, eh temen2 di jaringan saya bingung juga kayak saya… makanya saya membuka pintu kontak 24 jam, sms telepon, email, YM, ayo dah…

Saya mencoba membuat sistem baru juga dalam cara follow up dan menjelaskan…

Next ya…. mo liburan dulu nih…..

Cerita Bisnisku, Mengubah Hidup

 

Hello moms, udah pada online, udah masak beloom…

Nyambung cerita kemarin soal wajah jerawatan gara-gara pake krim mahal yang “mengubah hidup”

Emang ngubah hidup saya kok… gini ceritanya lanjut ya…

Yah… ujung-ujungnya tuh teman saya yang tadi, ngomelin lagi soal pake krim ini itu yang dia sarankan….  Sialnya dia udah ga jualan lagi itu produk, jadi kita musti cari di tempat lain. Daan beberapa hari kemudian kita ketemu  katalog oriflame di fotokopian… (hihihi ga nyambung yah…)

Karena si tante empunya fotokopian cuman dititipin katalog, beliaunya jujur tak bisa memberi saran apapun… Jadilah si temen saya tadi jadi “sales-girl” nya… Maka dengan pasrah, memesanlah saya..

Dua hari kemudian barang dateng di kantor, dan dua hari selanjutnya wajah saya kembali seperti semula (hihi sok lebay… emang berubah segimana seeeh?)

Apakah saya kemudian bergabung dengan oriflame? Karena kesuksesan tadi adi konsultant? Hwhwhwhw tidaaakk… anda SALAH!

Saya sekarang udah jadi konsultan oriflame dan merintis “karir” disini karena saya meng-klik iklan dBC Network di  facebook.

Masih inget judul iklannya kaya ginih : “Mamaku bisa bikin cupcake di rumah bareng aku, karena mamaku kerja di rumah…” gituuuu…

Tanpa pikir panjang, tanpa membaca dulu, saya mengisi form prospek, dan kemudian form pending member… saya benar-benar tidak membacanya… (maaf yaa mbak Nad dan Mba Dini…) dan jujur ya, don’t try this at home!.. jangan dicontoh… baca dulu semua sebelum di setujui… baca juga perjanjian kredit sebelum di tanda-tangani… baca dulu juga sebelum menandatangani surat nikah… jangan-jangan namanya salah… hehe

Daaaan… saya baru BENAR-BENAR membaca dan sadar sesadar sadarnya kalo dBC Network adalah komunitas konsultan oriflame yang menjalankan bisnis secara online, setelah saya menerima email dari Mba Nadia lewat dBC Support.  Itu juga sadarnya setelah saya kirim scanning KTP dan Transfer 39.900.

Sekali lagi jangan di contoh yaaaaa….

..to be continued ya..

saya mo masak… moms masakannya dah jadi? Bagi dunks…

Jangan Salah Pilih Produk Kecantikan !

 

Hai moms…

Kemarin cerita apa? Oh iya soal tampil cantik…

Awalnya saya tuh suka beli kosmetik di counter yang di mall-mall, lipstik beli di counter A, eyeshadow dan blush on beli di counter B, eyeliner dan lipliner belidi counter C. Jadi banyak dikenal dan (lagi-lagi) banyak hadiah :D Ujung-ujungnya pengeluaran banyak dan dompet menipis. Hadiah-hadiah yang didapat tidak lagi terpakai.. Pemborosan? Iya.Pasti.

Naaah… jadinya saya cari alternatif lain : beli di temen yang jual kosmetik. Ketemunya oriflame… udah didiskon, boleh bayar mundur pula… (hehe curang ya…). Lucunya sering baca katalog, saya cuman pilih  yang paling murah dan banyak diskonnya tanpa memperhatikan kebutuhan kulit… lagi-lagi… gak terpakai… phew… (jangan ditiru yaaaaa….)

Tapi dari teman saya yang baik hati tadi, saya mendapatkan banyak hal, dari tips memakai make up yang sesuai bentuk wajah…. memilih krim yang sesuai jenis kulit… dan yang paling penting : harus pake krim malam!

“Kenapa ?” tanya saya dengan bandelnya…

“weh.. umur udah berapa atuuuhhh… perawatan kulit secara kontinyu penting, apalagi elo sering panas-panasan di luar…!!”

Cleguk. Dia benar. Buru-buru saya menengok wajah yang (lumayan) kusam di kaca.

Waaaa buru-buru saya sepulang kantor menuju konter salah satu krim terkenal yang mengklaim bisa “mengubah hidup”  membeli 2 kemasan besar untuk krim siang dan malam, maklum umur udah 35+ niiihh

Duh tenaaang sudah hati nih… sepulang dari rumah saya coba. Siang, Malam, Siang, Malam gitu terus… sampai saya merasa pede dengan kulit… perasaan udah lebih keren nih kulit… sampe tahu-tahu muncul jerawat gede sebiji… dua biji… tiga biji…

Haduh, ternyata saya enggak cocok ama nih krim.. (hiks, mana mahaaaal).

Udah wajah kusam, jerawatan, uban mulai muncul… duh melas banget gue!

Eh ceritanya besok dilanjutkan lagi ya…. mo ngecek bonus dulu di website :D

Cerita Bisnisku, Belajar Dandan

Pernahkah Anda ke salon kecantikan dan melihat bahwa rata-rata karyawan yang bekerja disana tampil cantik dan modis? Atau ketika Anda berkunjung ke gerai kosmetik yang ada di mall-mall. Riasan mereka sungguh begitu sempurna.Bagaimana tidak terpikat, ketika di wajah-wajah mereka, warna-warna eyeshadow, blush on,dan lipstik membaur dengan indah? Maka tidak sadar, lembar-lembar uang pun keluar dari dompet, dan kalau masih kurang, Anda masih punya kartu kredit bukan ?

 

Hehehe… jujur itu cerita saya pribadi ketika masih punya hobi berkunjung ke gerai kosmetik, menerima tawaran mbak-mbak cantik disana untukmengikuty beauty class, facial, make over, dengan harga khusus dan hadiah khusus pula.

Apakah hobi itu sekarang masih ada?hmmm… sejujurnya tidak saya lakukan lagi.  Kenapa? Karena di banding mendengarkan rayuan mbak-mbak di counter, yang ujung-ujungnya membeli barang yang tidak perlu,saya lebih memilih untuk membaca komentar orang-orang yang pernah memakai kosmetik pilihan saya di web nya.

Saya juga cuman beli yang perlu-perlu saja,mengecek harga terbaru, dan beli yang lagi diskon (hehe…).  Saya bisa memperoleh tips make up,merawat kulit, memilih produk perawatan rambut, dan macem-macem lagi secara gratis dari pakarnya.. lagi lagi info dari webnya..

Dan saya pun belajar.. dan jujurrrrr ini enggak gampang. Faktanya :

  1. Saya tomboy, enggak suka pake banyak make up, karena menurut teman-teman ga cocok (kayak cowok sih)
  2. Saya suka kegiatan outdoor, menggunakan make up membuat kulit saya lengket
  3. Saya malessss, buang banyak waktu untuk sekedar mewarnai bibir atau menyikat alis..

Namun di profesi saya, saya bertemu banyak orang… Masa polosan ginih?  protes teman saya.. Maka dialah yang repot mengajari saya memakai bedak yang benar, blush on yang tepat, eyeshadow yang sesuai,hingga pakai maskara yang baik dan benar…

Ujung-ujungnya saya kemudian membeli satu set perlengkapan make up.Yang ternyata enggak murah…hwhwhw…  (yang terpaksa saya beli yang besar karena iming-iming hadiah handbag :p)

Ntar dilanjutin ya… udah ngantuk,…. dah jam 01.05 hwhw.. pantes dah berat matakuh…