Training Karyawan Baru

Beberapa bulan terakhir saya terlibat dalam program training Credit Union sawiran.

Program training yang aku susun tidak hanya program training secara internal, tapi juga program training eksternal.

FYI, Credit Union Sawiran mendapat kepercayaan dari CU lain untuk melaksanakan training bagi para karyawan barunya agar begitu masuk siap bekerja.
Training eksternal ini juga mempunyai prgram khusus, baik untuk bagian keuangan, kredit, pengembangan maupun pelayanan.. macem-macem lah..

Sejak senin kemarin setelah pulang dari acara Festival Entrepreneur Indonesia, saya langsung berhadapan dengan 6 karyawan baru untuk di training.
Yang menarik, bakckground mereka berbeda-beda, dan juga karakternya jelas beda.
dan seperti selama ini terjadi, proses training selalu “mengorbankan” beberapa orang yang tiba-tiba mengundurkan diri karena berbagai macam alasan.. yang bagi kami adalah bukti adalah mereka tidak siap untuk menjadi bagian “spesial” dari Credit Union Sawiran.

Anyway… saya menyusun beberapa artikel dan materi baru untuk training ini.. bakalan diposting satu-satu, semoga bermanfaat..

Salam..

Iklan

Apa pendapatmu tentang plagiat yang dilakukan oleh teman sendiri?

Pada Festival Entrepreneur Indonesia 28 Februari – 1 Maret kemarin ada pembicara yang mengingatkan bahwa hal yang mewabah dalam sebuah komunitas bisnis adalah plagiat. Kegiatan meniru usaha teman yang dianggap sukses, baik sebagian, maupun keseluruhan. Hal yang cukup memprihatinkan, karena kreativitas seseorang akan terbelenggu, dan usaha yang ditiru (bukan ATM- tapi tiru) belum tentu sesuai.. Plagiat ini menimpa salah satu rekan saya yang bukan hanya usahanya yang dijajah oleh plagiator, tapi juga desain, metode dan bahkan nama yang sangat mirip.. Ceritanya teman ini mempunyai usaha yang berdasarkan kreativitas, mengembangkan desain yang unik, dan ekslusif (jumlahnya sangat terbatas untuk tiap desain). Usaha nya ini dikembangkan dengan sistim agen dan distributor… Suatu saat ada rekan lain yang ingin menjadi distributornya.. karena ada perbedaan kebutuhan (teman saya ingin sesuatu yang ekslusif, rekan distributornya ingin sesuatu yang masal, sehingga bisa dijual lebih banyak), sang distributor ini kemudian meniru tidak hanya desain, tapi juga cara pemasaran, bahan, bentuk, bahkan kemudian merubah merek yang sangat mirip dengan merk aslinya. Orang-orang yang pernah membeli barang produksi teman saya yang ekslusif tadi, pasti mengira bahwa barang yang ada adalah barang produksi milik teman saya tadi, karena sama… setelah melihat merknya baru tau kalo ternyata produsennya beda.. Sedih ngelihatnya… Sedih bahwa hak orang lain tidak dihargai, kreativitas orang lain tidak dianggap… yang dipentingkan hanya uang dan kepentingan pribadi…. Dan yang sedih lagi… Sang Plagiator ini kemudian mendapat penghargaan atas kreativitas -plagiat- nya. Naik ke panggung dan menerima penghargaan, dia juga menerimanya dengan bangga.. Teman saya tadi jelas menerimanya dengan – entah saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya- Di satu pihak dia juga merasa salah karena tidak mengemas produknya dengan baik, memproteksi distributornya dan lain sebagainya… Di lain pihak.. kok memplagiat produk orang lain, bangga ya??