Bekerja Di Rumah, Haduh, Enaknya

Siang ini temen sekantor saya dulu Wieka namanya, mampir ke rumah untuk ambil pesenan barangnya. Pas dia dateng, saya lagi nongkrong di depan laptop dengan pundak dan telinga menjepit handphone. Melihat saya hanya memakai celana pendek, tshirt dan sendal jepit, dia spontan berkomentar, “haduh enaknya..” Memang ga cuma Mba Wieka yang berkomentar begitu, banyak teman yang mampir ke rumah berkomentar sama.

Kalau kata orang Jawa : Sawang Sinawang. Kalau kata tetangga sebelah : “rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau.”😀
Mereka cuma melihat betapa enaknya saya, cuma duduk-duduk di rumah, tidak terlihat “bekerja”, tetapi bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga

Bekerja di rumah memang selalu menjadi impian sebagian besar teman-teman saya, kata mereka selain bisa lebih fleksibel mengatur waktu, bisa lebih dekat dengan keluarga juga, dan menurut saya itu 100% benar.Naah, yang menurut saya tidak benar adalah : enak banget, duduk-duduk aja dapet duit😀 hehe…

Bekerja dari rumah saya lakukan sejak awal 2012, awalnya karena setelah saya resign dari kantor , dan saat itu saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk mengisi dompet saya. Serius. Bener. Saya nggak tau mau ngapain.
Karena “terpaksa” itu lah saya menjalani dan mencoba berbagai macam bisnis dari rumah, salah satunya mencoba menjalankan bisnis sayur dan buah-buahan, jualan madu, jualan gendongan bayi, jualan produk pelangsing, dan macem-macem lagi.

Menjadi ibu bekerja di rumah juga tidak mudah, karena selain bekerja di rumah tadi, banyak hal yang tetap harus diurus : keperluan sekolah anak, memasak, berbelanja, bersih-bersih rumah dan macem-macem lagi.

Sebelum memutuskan untuk resign dan memilih bekerja di rumah, ada beberapa hal penting yang harus bunda ketahui

1. Bekerja di rumah sama dengan bekerja di kantor, kita harus disiplin, profesional, dan berdedikasi terhadap pekerjaan kita.bekerja dari rumah tidak berarti membuat kita bersikap santai dan seadanya

2. Penting sekali untuk mempersiapkan mental, apalagi di awal-awal bisnis berjalan

3. Libatkan keluarga, ajak mereka berdiskusi tentang keputusan Anda bekerja di rumah. Dukungan keluarga akan membuat anda lebih semangat

4. Beranilah mengambil keputusan dan yakin pada diri sendiri bahwa Anda akan sesukses (bahkan melebihi) karir Anda di kantor.

Oke, bunda sudah memutuskan untuk resign, lalu hal-hal yang harus dipersiapkan

1. Pilih pekerjaan atau bisnis dari rumah yang bunda sukai, dan kuasai, lebih baik lagi kalau memulai dari hobi

2. Buat target yang jelas dan terukur tentang bisnis dari rumah yang bunda jalani lalu buat rencana untuk mencapainya.

3. Ini penting :

– milikilah satu ruangan khusus untuk bekerja, atau minimal satu meja kerja, dimana akan menjadi ruangan kerja Anda, hal ini akan membuat Anda lebih fokus bekerja

– tentukan jam kerja Anda, bekerja di rumah memang membuat Anda lebih fleksibel, tapi lebih baik mempunyai waktu kerja khusus yang disesuaikan dengan kondisi rumah

– milikilah waktu libur dan waktu untuk diri sendiri. kadang ketika bisnis sedang berkembang, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan dan tidak punya waktu “cuti” untuk diri sendiri

Oh iya, nanti kita lanjut lagi ya bunda.. bentar mau masak dulu😀

http://vividamayanti.com/bekerja-di-rumah-haduh-enaknya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s