2012: Look Back, and Move Forward – New Start

Tahun 2012 adalah tahun yang sangat luar biasa bagi saya. Di tahun ini saya bagaikan terlahir kembali dan menjadi “saya” dengan sisi yang berbeda.

Secara profesional, saya yang mulai 1 Januari 2012 adalah saya 100% melepaskan diri dari status : karyawan.  Secara pribadi, 2012 adalah tahun saya memulai menjadi “single” lagi.

Dieng, Wonosobo

Tahun 2012 diawali dengan perjalanan liburan saya ke Yogyakarta dan Jawa Tengah, dimana saya merasa “sedikit bangga” melakukan perjalanan ke daerah itu dengan duit dari kantong saya sendiri. Sebelumnya saya memang menemui para sahabat di sana dalam rangka bekerja, yang artinya semua biaya selama ini ditanggung kantor, dan kali ini saya berangkat dengan biaya sendiri… yihaaa..

Tapi sejujurnya kebanggaan tersebut sedikit luntur lho, karena kebaikan hati teman-teman, eh saudara-saudara saya disana, mereka tidak memperbolehkan saya membayar untuk sekedar makan siang. Jadi hampir semua biaya yang diperlukan, makan, penginapan,jalan-jalan, oleh-oleh, dibayarin.. huwaaa… bikin saya juga sedikit malu..

Perjalanan yang dimulai dari Klaten, Yogyakarta,Wonosobo, dan kemudian berakhir di Temanggung ini sebenarnya merupakan bagian dari diri saya mempersiapkan diri paca resign. Bertemu dengan saudara seperjuangan di dunia credit union, membuka (lagi) mata saya bahwa, tanpa status kekaryawanan saya pun, saya masih memiliki mereka sebagai saudara, tidak ada yang berubah. (Thx to : Erwin, Novi, Ruriet, Aji, Rio)

Kembali dari liburan, saya mau tidak mau menghadapi realita bahwa saya tidak lagi harus ngantor, yang artinya harus mengisi hari saya dengan tetap bekerja. Saya pun meneruskan kegiatan saya mengurus toko online yang saya kerjakan sambil lalu sejak Agustus 2011.

Hal yang tersulit pada awalnya ternyata adalah manajemen waktu,salah seorang sahabat saya, Susan, mengatakan, “Meskipun kita bekerja di rumah, dan berharap bahwa waktu kita lebih dari 24 jam, untuk terus bekerja dan memperoleh hasil sebanyak-banyaknya, kita tetap harus menjaga jadwal untuk kita bekerja.” Dia juga mengatakan, bahwa lambat laun saya akan menemukan ritme kerja sesuai diri saya sendiri.

Dan dia 100% benar, awalnya saya bahkan tidak bisa lepas dari handphone dan laptop, untuk bisa secepatnya membalas pertanyaan pelanggan, bahkan sampai pukul 12 malam pun saya masih menjawab BBM yang belum juga berhenti. Sehingga akhirnya saya kelelahan, serasa seperti dikejar-kejar sesuatu. Lha saya ini bekerja di rumah, saya sendiri yang mengatur perkerjaan saya sendiri kok rasanya melebihi dikejar deadline di kantor.

So i stopped being such a workaholic, and try to enjoy my days. And it works!

2 thoughts on “2012: Look Back, and Move Forward – New Start

  1. Subandi berkata:

    Oke banget dech mba Pipiw beri inspirasi buat orang orang nyakin. Kalau berkenan saya mohon mba pipiw ngasih saran buat saya>>>saya sekarang baru saja resign.. plan nya sih pengen bisnis kecil kecilan lah dulu tapi saya masih ngak tahu bisnis apa yang bagus dujalankan… Mohon sarannya ?tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s