Online Shop VS Penipuan dan Gendam Via Telepon

Sista, di artikel sebelumnya saya pernah menulis tentang Penjual Palsu dan Pembeli Palsu.  Baru-baru ini ternyata saya menghadapi pembeli palsu (atau penipu) yang benar-benar ngeselin sekaligus lucu, ngeselin karena tindakannya ini benar-benar mengganggu, lucu karena mau nipu kok nggak canggih.. Begini ceritanya..

Bermula dari SMS salah seorang agen saya  di kota Malang, yang memesan barang dalam jumlah cukup banyak, katanya ada pembeli dari Pasuruan, dia sempat menanyakan ongkos kirim dan lain-lain.

Besoknya agen saya yang lain, berdomisili di Denpasar, juga memesan barang dalam jumlah yang sama, jenis yang sama dengan agen saya yang di Malang, katanya ada pembeli dari Singaraja.

Lusanya, agen saya yang di Bogor, juga menanyakan barang yang sama dengan jumlah yang sama, karena ada pembeli dari Bekasi.

Tiga order yang sama ini membuat saya mulai curiga, ada apa di balik ini? Apalagi ketika sore harinya agen saya yang di Bogor mulai marah-marah melalui statusnya di facebook karena ia merasa sudah ditipu dengan order palsu.

Status facebooknya ini ditanggapi oleh agen Semarang,dan iapun bercerita, bahwa ia juga menerima telepon dari seseorang yang bernama Pak Haji, tutur katanya sangat manis, dan iapun order barang yang sama dengan jumlah yang sama untuk dikirim ke Sukabumi. Oleh agen Semarang si Pak Haji ini diberi nomor rekening dan diminta untuk mentransfer dananya.  Tidak lama Pak Haji gadungan ini menelepon kembali dan mengatakan bahwa ia sudah mentransfer dan minta untuk mengecek transferan tersebut di ATM.  Setelah di cek, ternyata transferan tersebut tidak pernah ada. Ketika di konfirmasi kembali tentang transferan ini,Pak Haji ini pun menelepon dan marah-marah, katanya kenapa kok tidak menelepon dia ketika di depan ATM, pas ngecek transferan.

Mendengar cerita tersebut, langsung deh saya “ngeh” bahwa ini adalah suatu penipuan, atau usaha menggunakan ilmu gendam via telepon. Sebenarnya saya tidak percaya hal-hal semacam ilmu gendam, namun tetap saja harus waspada.

Maka sesegara mungkin saya mengabarkan hal ini ke semua agen saya, agar waspada dengan si Pak Haji, dengan nomor telepon 0815XXXXX, dan kalau dia menelepon soal order, suruh langsung menghubungi saya saja.

Besoknya cerita pun berdatangan dari agen Jakarta, agen Bekasi, agen Yogyakarta, dan agen-agen lain… Rupanya si Pak Haji gadungan ini sedang coba-coba menghubungi semua daftar nomor telepon agen yang ada dalam daftar, kali-kali aja ada yang tertipu kali ya.

Kemarin pagi, agen saya yang lain di Semarang, juga menerima telepon dari penipu ini, yang bahkan sangat mengganggu dengan berulang kali menelepon, menyuruh segera ke ATM. Setelah di konfirmasi, nomor telepon yang digunakan sama.

Tunggu punya tunggu, akhirnya si penipu menelepon saya juga, dan saya tanggapi dengan : STOP mengganggu agen-agen saya, STOP melakukan ORDER PALSU, kita ini cari rejeki halal, jadi kalau mau cari rejeki yang halal BOS!!!  Nggak usah pakai nipu-nipu segala, pake ngaku Haji segala, kaga malu?? (jadi agak emosi saya nanggapinya… bener)Setelah itu si Haji Gadungan ini tidak pernah mengganggu lagi..

Melihat pengalaman diatas, sebaiknya kita waspada model penipuan beginian. Mungkin dia mau coba-coba, kali aja ada yang kecolongan kirim barang , padahal transferan palsu. Mungkin juga dia menggunakan ilmu gendam, mendorong orang ke ATM dan menyuruhnya transfer ke rekening tertentu

Namun saya juga tertawa ngakak mendengar cerita-cerita agen saya,

  1. Pak Haji gadungan ini menggunakan nomor telepon yang sama untuk mengubungi semua agen, dan juga saya. Kalau cerdas dan modal dikit nipunya, harusnya nomornya ganti-ganti..
  2. Setelah katanya mentransfer uang untuk order, dia menyuruh untuk mengecek apakah transferan sudah masuk atau belum, melalui ATM. Dan ia juga menyuruh untuk menelepon balik, apabila transferan tidak masuk ketika sedang di bilik ATM

Logikanya nih… hareee geeene, orang jalankan online shop, pasti punya internet banking, jadi ya ngecek transferan via internet banking. Masa online shop, kalau setiap ada orang konfirmasi order, harus lari-lari dulu ke ATM untuk ngecek dengan mencocokkan saldo terakhir? Duuuhh ga cerdas banget.. *ngakak*

 

 

 

2 thoughts on “Online Shop VS Penipuan dan Gendam Via Telepon

  1. Hmmmm ini karena harga simcard sangat murah. Jd penipu mulai berebaran. Coba jaman 10 tahunan yg lalu. Harga simcard semisal simpati saja hampir sejutaan lebih. Mau gonta ganti buat nipu, sayang uang kan. Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s