Muara Wahau Journey : Wisata (dan) Religi

Perjalanan saya ke Muara Wahau kebetulan bertepatan dengan bulan Maria – bulan Oktober 2011 lalu. Bulan yang bagi umat Katolik di dedikasikan untuk Bunda Maria dengan berdoa rosario setiap hari, dari rumah ke rumah selama 30 hari penuh.

Seminggu sebelum bulan oktober itu, beberapa orang mengajak saya untuk ikut serta ke Goa Maria Kung Beang pada hari pertama bulan rosario itu. Awalnya saya kurang tertarik, karena menganggap ziarah ke Goa Maria adalah hal yang biasa. Biasanya kita datang, memasang lilin, dan berdoa… kadang disertai dengan jalan salib di lokasi goa.

Namun penduduk desa Nehas Liah Bing yang mengajak saya silih berganti.. dan mereka mewanti-wanti agar saya tidak punya acara lain pada hari itu.  Nah, saya kan jadi penasaran.. apalagi hampir semua orang di desa membicarakan hal itu, tentang jam keberangkatan, cara mereka menuju tempat goa berada, sampai acara-acaranya… Mereka begitu antusias akan hari keberangkatan ke goa sehingga menjadi begitu semangatnya… Seolah acara berangkat ke goa merupakan event yang sangat istimewa bagi semua orang..  tapi apa?

Altar Misa yang sangaaat sederhana dari kayu yang ditumpuk

Maka, didorong rasa ingin tahu, pagi itupun saya menuju tempat berkumpul yang sudah di tetapkan, di rumah salah satu warga. Jam keberangkatan adalah pukul 07.00 pagi… tapi mulai pukul 6, sudah puluhan orang berdiri di pinggir jalan menunggu bus-bus berwarna kuning yang merupakan dukungan dari perusahaan, untuk membawa mereka berangkat… Semua berpakaian rapi, baju bagus untuk bepergian (sehari-hari mereka berpakaian sangat sederhana…) dan membawa bekal, seperti tikar dan rantang… Saya jadi merasa saltum… hehe

Bus datang, dan langsung diserbu oleh para penduduk desa… saking banyaknya… bus ada 6 dan masih kurang sehingga sebagian memilih naik motor. Saya pun bertanya ke sebelah saya : “Perjalanan berapa lama?”  Jawabnya… “yaaahh… sekitar 2-3 jam..” waduuuh, 2-3 jam dalam bus non ac yang panas? ampun dah… ditambah dalam bus banyak yang kemudian mabuk dan muntah… hiyahahaha… bayangkan…

Hm… karena beberapa hari hujan, jalan yang dilewati bus ternyata lebih menantang… berlobang, dan licin… beberapa kali bus terasa tergelincir… hih ngeri…. Perjalanan ternyata melewati kebun-kebun sawit milik beberapa perusahaan yang artinya jalanan berlumpur dan licin karena hujan… (jangan bayangkan jalanan beraspal mulus disini…)

Supaya para pesiarah ga kesasar, ada rambu-rambu sederhana yang dipasang di pinggir jalan… Yaah… kalo ga ada rambu kesasar kali ya… kiri kanan depan belakang = pohon sawit semuaaaa = tampak sama… Beberapa kali saya melihat banyak motor yang terpaksa didorong krn ga bisa melewati jalanan yang licin… banyak juga yang terjatuh dan penuh berlepotan lumpur… tapi mereka teteeep jalan terus…

Jalan Tanah yang licin diantara kebun sawit… bikin pengendara motor berjatuhan..

Akhirnya setelah hampir 3 jam.. (misa dimulai jam 10 pagi) bus sampai juga… disana sangat ramai dan penuh sehingga bus memutuskan untuk parkir agak jauh… artinya kami harus turun dan berjalan kaki di tengah lumpur ke lokasi misa… Untung saya pakai sepatu kets, sehingga kaki tidak kotor.. meskipun berjalan juga susah, karena lumpur menempel sekitar 3cm di sepatu…. Saya juga menyesal tadi ga sarapan… jadi lapaaar

Berjalan sekitar 15 menit di tengah lumpur, akhirnya kami sampai.. daaaan… wooww.. saya terperangah dengan keindahan tempat ini. Yang membuat saya terharu adalah… semua begitu sederhana… begitu apa adanya…

Lihatlah bangku-bangku misa yang berasal dari kayu papan (setelah misa, kayunya dikumpulin lagi)… Lihatlah kayu sederhana penyangga microphone untuk petugas koor.. Lihatlah sound system sederhana bagi Romo…  dan altar dari kayu yang berada di muka  gua…

Koor dengan mic diikat di kayu pohon…

Bangku Misa Kayu dari Kayu Papan

lah saya jadi pengen nangis… Ini toh yang membuat para penduduk di desa-desa dalam wilayah Paroki Santa Maria Ratu Damai beramai-ramai kesini… Ini toh yang membuat mereka begitu bersemangat untuk datang dari jauh ditengah lumpur… Tuhan yang hadir di tengah kesederhanaan…

Tapi saya ga jadi nangis, dan lupa dengan sepatu saya yang berat dan berlumpur, begitu terdengar suara musik khas dayak… *tung tung tung…. tung… tung..* dan ada gadis-gadis cantik menari mengawali prosesi Romo memasuki area misa.. Semua perhatian terpusat di tengah area, dan seperti daya magis melingkupi… semua terpesona…Kesan pertama saya : Indah…Magis…

Prosesi

Umat Paroki Santa Maria Ratu Damai yang lokasinya berjauhan dan medan yang sangat sulit memang membuat umat tidak mudah memperoleh layanan rohani seperti misa. Misa hari Minggu biasanya diadakan bergantian di tiap desa. jadi bisa dibilang, umat di satu desa hanya bisa mengikuti misa sekali dalam 1-2 bulan…  Pantas saja event istimewa seperti ini sangat mereka nantikan… Bahkan percaya atau tidak, ada rombongan yang menginap sejak malam sebelumnya. Menginap di dalam mobil lho, di tengah hutan, tanpa listrik… untuk bisa ikut misa disana… luar biasa…

Selesai misa, ibu-ibu mengajak saya masuk ke dalam gua yang gelap, licin, dan harus naik tangga yang tinggi.. hiiiii… mana saya takut ketinggian bangeeet…. but maybe it’s  once of a life time,jadi yaah, diberanikan! Sempet narsis juga naik ke atas batu2 dan foto2 bareng anak-anak mahasiswa yang lagi KKN disana…

Di Dalem Gua, ini tinggi banget dan licin lho… saya sebenernya takuuut

Narsis bareng temen mahasiswa yang KKN

Setelah manjat-manjat gua… jadinya lapar… dan ternyata semua rombongan membawa makanan.. semacem piknik bagi mereka… ada yang bawa ubi… nasi dengan sayur… ikan asin… semangka… pisang… bawa termos air panas dan kopi…  Dan saya melihat inilah hal yang dirindukan oleh mereka, wisata yang sederhana tapi bermakna…  Sederhana tapi indah… *jadi pengen nangis lagi deh*

**Goa Maria Kung Beang, atau juga dikenal sebagai Gua Maria Pengantara Segala Rahmat yang dipahat oleh alam

4 thoughts on “Muara Wahau Journey : Wisata (dan) Religi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s