Rumah Baru atau Rumah Second?

Selain membeli rumah baru, rumah second bisa merupakan pilihan. Namun memang ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

1.    Usahakan untuk membeli rumah dari pemiliknya sendiri tanpa perantara, karena disana kita bisa memperoleh informasi secara detail tentang rumah yang akan dibeli. Selain itu dengan membeli langsung, harganya akan lebih murah karena penjual tidak perlu memberi komisi kepada broker/perantara.
2.    Tanyakan usia bangunan rumah. Secara sederhana kita bisa mengklasifikasi usia bangunan rumah yaitu : baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10 s/d 20 tahun) dan tua (lebih dari 20 tahun). Jika pernah dilakukan renovasi, tanyakan kapan terakhir kali dilakukan renovasi. Tentunya ini bukan patokan baku, karena tentu akan sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan, tipe struktur dan kualitas pengerjaan yang dipergunakan pada rumah tersebut. Yang jelas, semakin tua usia bangunan maka performa-nya semakin menurun, dan berarti kita  harus bersiap menganggarkan dana untuk merenovasi rumah tersebut.
3.    Periksa kondisi fisik rumah. Periksa secara detail kondisi fisik rumah pada setiap bagian-bagiannya, bila perlu buat check list agar lebih mudah dalam melakukan pemeriksaan, antara lain :
a.    Kondisi struktur rumah, periksalah barangkali ada retak-retak di pondasi, dinding, kolom dan balok
b.    Periksalah dinding, barangkali ada flek-fek bekas rembesan air tanah
c.    Periksa kualitas lantai, apa masih baik atau sudah mengalami penurunan/retak-retak lantai
d.    Periksalah barangkali ada bekas-bekas serangan rayap pada kusen, jendela, pintu, plafon dan atap rumah.
e.    Pastikan bahwa struktur atap masih dalam kondisi baik, lihatlah barangkali ada balok/gording yang keropos, atau kebocoran serius pada talang
f.    Jangan lupa cek pula kondisi jaringan listrik di rumah tersebut
g.    Apakah kualitas airnya masih layak, dan cek pula jaringan air apa masih dalam kondisi baik
h.    Rasakan kondisi ruangan-ruangan, dan sirkulasi udara apakah segar, lembab atau malah terasa gerah
i.    Cek lingkungan sekitar rumah. Dapatkan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama jika rumah itu hendak anda tempati bersama keluarga. Jangan sampaikita kecewa karena ternyata lokasi rumah tersebut sulit diakses, rawan keamanan, jauh dari sarana umum
4.    Cek dokumen kelengkapan rumah. Periksalah keaslian sertifikat rumah, IMB, PBB dan kemudian lakukan cross check pada semua dokumen tersebut. Apabila ternyata nama yang tertera disitu tidak sama dengan nama penjual rumah, tanyakan status hubungannya. Bila ternyata belum dilakukan proses Balik Nama, mintalah Akta Jual Beli yang sah atas rumah tersebut. Untuk rumah yang berstatus harta warisan, tanyakan berapa banyak ahli waris sahnya. Poin ini penting sekali buat kita , demi menghindari masalah hukum yang tidak diinginkan di kemudian hari.
5.    Cek harga. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi rumah tersebut, sehingga kita bisa melakukan penawaran dalam kisaran harga yang sewajarnya. Terlebih-lebih jika kita berencana membeli rumah tersebut untuk kemudian menjualnya lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s