Membeli Rumah=Memilih Jodoh

Benarkah membeli rumah seperti memilih jodoh? Idiom ini sering sekali kita dengar dari orang tua, saudara dan teman.

Ada juga yang bilang : “Beli rumah itu jodoh-jodohan. Kalau cocok tidak akan lari kemana.   Dari pengalaman beberapa anggota yang mengajukan PPTR dan membeli rumah yang diinginkan, “jodoh” yang mungkin dimaksudkan adalah : rumah yang dibeli sesuai dengan yang dibayangkan sebelumnya, harga terjangkau, proses mudah, dan pada waktu yang tepat. Pada intinya semua terasa mudah, dari proses pencarian, pengambilan keputusan, pengajuan , akad kredit, hingga pembangunan atau renovasi rumah. Tidak ada kendala yang rumit dan menyulitkan dalam memiliki rumah.

Memilih rumah, terutama untuk ditempati sendiri bersama keluarga, memang tidak mudah. Selain faktor keinginan (lokasi, type rumah, fasilitas, kondisi lingkungan) faktor kemampuan (harga rumah dan biaya-biaya lain) menjadi bahan pertimbangan. Yang diharapkan adalah menyatukan keduanya, sehingga impian akan rumah sendiri menjadi kenyataan, istilah sederhananya : pas di hati dan tentunya pas di kantong.

Selain mencari rumah yang cocok, biasanya kita  mencari lembaga keuangan  untuk kredit kepemilikan rumah. Bagi yang tidak memiliki tabungan untuk membeli secara tunai, kredit di lembaga keuangan menjadi pilihan, meskipun tentu saja harus membayar angsuran yang terdiri dari pokok dan bunga.

Beberapa lembaga keuangan mengharuskan adanya  downpayment (DP) yang nilainya sekitar 20% -30% dari harga rumah, baru sisanya dibiayai dari kredit. Caranya ? Ya disarankan untuk memiliki tabungan minimal untuk DP dulu, dan sebaiknya jangan pernah membayar DP rumah dari uang pinjaman.  Mengapa? Karena selain DP,  harus tersedia ready cash untuk biaya surat menyurat (dokumen dokumen bukti kepemilikan).
Dengan spesifikasi rumah yang kita idamkan, mulailah mengkalkulasi sendiri kira kira berapa dana yang harus kita siapkan. Karena jika kita menunda untuk mulai menabung, beberapa tahun lagi uangnya baru bisa terkumpul? Mengapa begitu ?  Masalahnya, ketika uang sudah terkumpul, harga rumah juga pasti sudah naik lagi. Artinya, uang yang sudah kita kumpulkan akan terus tidak cukup jika kita terus menginginkan rumah seperti yang kita idamkan. Rasanya memiliki rumah idaman baru bisa sebatas angan-angan.

Jadi, bagaimana ?
Mengatur keuangan, dengan dua cara : memperkecil pengeluaran atau memperbesar pendapatan. Atau malah kedua-duanya dijalankan bersama, sementara terus mencari rumah yang menjadi “jodoh” kita. Mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang kredit untuk pembelian rumah. Memutuskan mana yang terbaik, dan ketika saatnya tiba, rumah impian di depan mata, kita sudah siap menyambutnya.

Pilih yang terbaik, pilih yang teraman, pilih yang paling nyaman.  Kalau membeli rumah seperti memilih jodoh, barangkali credit union adalah jodoh kita menggandeng masa depan yang lebih baik. Salam

– Artikel ini dimuat di buletin metrosawiran http://www.cusawiran.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s