Blom Bea Ling Journey, Day-1 : Episode Durian Di Tepi Mahakam

Mulai 18 September 2011, saya memulai perjalanan ke Muara Wahau, Kutai Timur di Kalimantan, dan akan ada disana selama 14 hari… kalau dihitung dengan perjalanan pulang pergi,ya kurang lebih sekitar 3 minggu….

Perjalanan ini untuk mendampingi sebuah credit union yang dikelola para ibu di desa, dan credit union tersebut bernama CU Blom Bea Ling yang baru saja berdiri.. Perjalalanan ini sendiri merupakan follow up dari studi banding yang dilakukan ibu-ibu tersebut ke Malang pada bulan Juli 2011 lalu.

Flight Sriwijaya Air 15.15, ternyata molor sampe jam 16.00, padahal saya udah dijemput travel sejak pukul 10.00 pagi. Dan satu setengah jam kemudian, saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kalimantan, tepatnya di kota Balikpapan.

Baru Landing Di Balikpapan

 

Di pesawat saya membaca majalah yang kebetulan bercerita tentang Balikpapan yang disebut Kota Minyak, dan makanan khasnya: masakan serba kepiting…  Sayangnya keinginan saya menikmati kepiting tidak terpenuhi, karena harus menuju Samarinda supaya enggak kemaleman.

Menumpang mobil carteran yang disini disebut taksi, perjalanan ke Samarinda dimulai. Melalui jalan mulus berkelok kelok melewati Bukit Suharto, perjalanan sekitar 3 jam itu sempat terhenti untuk menikmati makanan di RM Tahu Sumedang.. hihi lucu yah…  Biasanya kalo tempat makan kan ada namanya kayak gini : Ayam Bakar Pak Kardi, Tahu Telor Bu Sumi… lah ini namanya RM Tahu Sumedang, nama makanan… Tapi pas pesan tahunya malah enggak ada… keabisan.. apees…

Sampai di Samarinda sekitar pukul 22.30, melewati jalan sepanjang Sungai Mahakam yang ternyata kelihatan sangat indah di malam hari. Pandangan mata pun sempat teralihkan oleh deretan Kios Durian di pinggir jalan… huwaaaa pengen…

Deretan Kios Durian Di Tepi Mahakam yang menggiurkan

Enggak lama,nyampe di hotel, dan ketemu dengan teman Blom Lea Bing, saya memutuskan untuk hunting durian… saking pengennya… Jadilah kami berempat berjalanan kaki menyusuri tepian Mahakam menuju lokasi durian dijajakan… waaahh ternyata jauh banget… setelah berjalanan kaki 15 menit dan ketemu dengan penjual tahu tek (yang ternyata asal Lamongan)  , kami memutuskan menelepon taksi…  Lah kata mas nya : masih jauuuuhhh…

Dengan taksi, akhirnya nyampe juga ke kios Durian di sepanjang Mahakam (ternyata emang jauuuuuhhh). Seneng sih… tapi duriannya hwhw mahaaal…masa yang gede, kira2 5 kg, mintanya 350 ribu *gubraks* padahal duren lokal… katanya sih dari Sulawesi

Makan Durian.. hehe yummy...

Setelah tawar menawar, akhirnya kita dapet 5 biji durian berukuran sedang seharga 200.000, dan dapet bonus satu durian kecil yang ternyata terlalu matang… Jadilah malam itu kita menikmati durian di tepi Mahakam… untung ditraktir hehe… Thanks ya Mas Erwin… Thanks Pak Nandar…

Akhirnya waktu istirahat tiba… mandi dulu trus tidur, besok pagi kita udah di jemput menuju Muara Wahau, dengan perjalanan sekitar 12 jam melalui jalanan yang “menantang”

Sampai ketemu di Muara Wahau…

 

One thought on “Blom Bea Ling Journey, Day-1 : Episode Durian Di Tepi Mahakam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s