MasterChef Indonesia : Bagus Atau Enggak?

Saya dan putri saya adalah penggemar MasterChef Indonesia. Setidaknya mulai seneng nontonnya mulai 12 besar (ketinggalan ya…).

Makanya itu tiap hari sabtu dan minggu sore, kami berdua meninggalkan semua kegiatan dan nongkrong di depan TV untuk MasterChef  Indonesia untuk mengikuti step step challengenya yaitu :

  •     Mystery Box  : Kontestan harus membuat masakan dari bahan-bahan yang ada di dalam kotak.
  •     One Core Ingridient  : Kontestan harus membuat hidangan dengan bahan dasar yang telah ditentukan
  •     Invention Test  : Kontestan harus menyiapkan sebuah hidangan hasil kreasi baru dari bahan yang ada
  •     Offsite Challenge  : Tantangan yang dilakukan di luar Galeri MasterChef .

Challenge yang ada memang mengubah image cooking show yang semula mungkin ngebosenin, menjadi luar biasa menarik. Ini enggak lepas dari para pesona juri chef master, yaitu Chef Master Juna, Chef Master Marinka, dan Chef Master Vindex

Terbukti ketika saya mengetikkan keyword masterchef, di seacrh engine, yang muncul pertama adalah profilmasterchef juna hehe…

Kompetisi MasterChef memang  memberikan kesempatan kepada para kontestannya untuk menuangkan passion mereka dalam memasak dan kemampuan mereka dalam mempresentasikan sebuah hidangan yang bisa menggugah selera.

Program ini tidak hanya merupakan program kompetisi memasak namun pemirsa dapat mengikuti perjalanan para kontestan dari seorang pecinta masak amatir hingga menjadi satu-satunya pemenang yang meraih gelar MasterChef Indonesia.

Terlepas dari itu, pesona acara ini terletak dari para kontestan yang terdiri dari beragam profesi. Episode minggu kemarin, misalnyamenyisakan tiga besar, yaitu Lucky (pengusaha furniture), Agus (Guru) dan Santiana (saleskomputer).Entah karena Lucky yang berasal dari Malang, atau karena yang lain, jadi makin semangat ngikutin acara ini.Semakin penasaran hehe… Meskipun Fero, yang menjadi favorit kami berdua, sudah pulang, begitu juga Rahmi, si Kuda Hitam😦

Anyway, semangat ini sedikit memudar karena ada beberapa pendapat miring acara masterchef Indonesia yang katanya sok lebay… melihat akhir pressure test dimana para kontestan berpelukan dan bertangisan… hehe… Indo banget lah…

Beberapa teman malah lebih merekomendasikan MasterChef Australia, yang katanya lebih profesional, fresh dan menarik. Saya sendiri pernah nonton beberapa episode, yang emang basicnya sama, tapi jurinya lebih santai, dan suasana kompetisinya lebih seru dan terasa lebih menantang. Sedangkan Masterchef Indonesia lebih seperti drama…

Terlepas bagus atau enggaknya… Saya masih suka banget nontonnya. Bagaimana denganmu ?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s