Sawiran di Tosari – Bromo

Bapak Sudianto, Petani Kentang di Tosari

Kecamatan Tosari , Kabupaten Pasuruan, dikenal wisatawan sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Bromo-Tengger Semeru. Dan di siang hari yang sejuk dan berkabut itu kami bertemu dengan Bapak Sudianto salah satu petani kentang yang sudah menjadi anggota CU Sawiran selama 3 tahun.

“Selamat Siang,” sapanya. Ya inilah ladang saya, tunjuknya ke hamparan hijau yang luas. Di lahan yang terletak di kemiringan sekitar 45 derajat itu ia menanam kol putih dan kentang sebagai komoditi utama.

Tosari memang dikenal dengan kentang sebagai hasil pertanian yang berkualitas baik. Kentang Tosari memang dikenal sebagai salah satu kentang dengan kualitas terbaik di Indonesia, bersama dengan kentang dari Dieng, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah, dan kentang dari Lembang, Jawa Barat. Terbukti dari kualitas kentang yang dikenal dengan kualitas A, yaitu kentang dengan jumlah per kilogramnya mencapai 16 buah, maupun kentang kualitas B yang mencapai 24 buah setiap kilogramnya.

Tentang pemasaran hasil pertaniannya, Pak Sudianto tidak pernah merasa kesulitan dalam pemasaran. “Ada pengepul yang datang kesini dan membelinya,” ceritanya. Untuk hasilnya sungguh bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk setiap hektar lahan, akan menghasilkan kurang lebih 20 ton kentang yang berkualitas, tuturnya. Sedangkan masa tanamnya selama empat sampai enam bulan untuk dapat dipanen hasilnya, tergantung dengan musim dan kondisi cuaca disana. Untuk pembelian bibit, pupuk dan modal kerja, Pak Sudianto memilih menggunakan Pinjaman Musiman. “Prosesnya mudah dan cepat, bunganya ringan,” ceritanya

Pada musim liburan, bapak satu anak yang seluruh keluarganya sudah menabung di Sawiran ini memanfaatkan kedatangan wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing untuk memperoleh rejeki tambahan. Memang bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan sunrise di Puncak Penanjakan, Tosari yang merupakan salah satu jalur favorit karena keindahan alam dan keramahan penduduknya juga mendukung minat mereka untuk berkunjung.

Untuk menuju Puncak Penanjakan dan dilanjutkan dengan perjalanan ke lautan pasir Bromo, wisatawan disarankan menggunakan jeep, karena medan yang cukup sulit bagi yang belum berpengalaman dan Pak Sudianto menjadi salah satu driver yang ikut mengantarkan mereka melihat keindahan Bromo. “Sekarang sudah teratur, wisatawan dengan mudah bisa menggunakan jeep untuk ke Bromo, karena harga sudah diseragamkan, dan jadwal keberangkatan juga sudah diatur.”

Udara semakin dingin dan hujan mulai turun, menandakan pembicaraan di tengah alam yang indah ini harus diakhiri. Maka ketika kami menanyakan harapan Pak Sudianto ke depan, beliau menjawab :
“Saya ingin Sawiran tetap ada di tengah masyarakat seperti kami ini, para petani yang jauh dari kota dan membutuhkan rekan dalam mengembangkan usaha dan pertanian. Saya juga ingin tetap menjadi satu keluarga besar dengan Sawiran dan saling bekerjasama mengembangkan perekonomian masyarakat di Tosari.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s