Primpen Anggaran melalui corat-coret

Primpen atau cermat anggaran bisa dilakukan dengan dan melalui banyak hal. Bisa dengan membuat rencana belanja bulanan dan saklek menjalankannya tanpa kompromi. Akibatnya, muncullah penilaian yang intinya mengarah kepada satu sifat kikir atau pelit dari orang-orang yang tidak mengerti, dan dari orang-orang yang tidak mau mengerti. Selain “taat” kepada anggaran yang sudah direncanakan dan dibuat dengan berbagai strategi, misalnya sistim amplop (yang ini pernah dimuat di METRO), ada satu strategi, yang menurut pengalaman terbukti efektif, adalah “corat-coret” di buku tabungan. Dalam konteks ini, karena faktanya saya hanya memiliki akun di Sawiran, di akun/buku tabungan inilah saya mencorat-coret sebagai kendali anggaran.

Pastinya, banyak orang yang sudah melakukan hal ini. Bank-bank tertentu pun sekarang mulai menawarkan pelayanan print out detil transaksi. Tujuannya supaya nasabah tahu dari mana saja asal dan keluarnya uang yang disimpan dan ternyata layanan ini banyak peminatnya. Bahkan, coretan-coretan yang kita buat diakun kita sendiri jauh lebih personal.

Yang saya maksud membuat coretan di akun tabungan kita adalah, kita memberikan keterangan baik di kolom debet maupun kredit. Contoh riilnya seperti ini : Setelah menabung saya selalu memberikan tulisan/keterangan di samping angka nominal tabungan misalnya (150.000 {tabungan bulanan}). Di kolom debet pun saya melakukan hal yang sama. Misalnya (300.000 {utk byr asuransi}) dan seterusnya

APA MANFAATNYA?
Walaupun jauh dari kesan canggih, hal sederhana ini terbukti, paling tidak bagi saya sendiri, sangat membantu. Bahkan membuat kita belajar beberapa hal dasar.
Yang pertama adalah belajar cermat. Kita bisa tahu pasti dari mana sumber uang yang ada di akun. Juga, sebaliknya, kita bisa tahu pasti untuk apa saja uang kita keluarkan. Dari sini kita bisa memiliki ukuran atau parameter untuk mengukur diri sendiri apakah kita tergolong orang yang boros, komsumtif, atau “pelit”.

Mengetahui potensi diri juga bisa kita lihat salah satunya dari sini. Maksudnya? Ketika kita melihat dan mencermati coretan-coretan di akun tabungan kita kita akan bisa mengetahui apakah kita termasuk orang yang memiliki potensi lain selain kemampuan keseharian kita. Kalau kita melihat ada banyak pendapatan sampingan dari satu atau berbagai sumber, setidaknya kita jadi tahu bahwa kita memiliki skill lain yang layak “dijual”.

Hal ketiga yang bisa dipelajari adalah belajar jujur terhadap diri sendiri. Artinya, ketika kita melihat angka-angka di akun tabungan kita, kita bisa bertanya kepada diri sendiri, darimana uang kita berasal dan kemana uang kita “dilarikanYang terakhir dan yang terbesar adalah belajar bersyukur. Bersyukur karena masih ada rejeki—sekecil apapun itu. Bersyukur masih ada sumber-sumber rejeki yang diberikan kepada kita walaupun kadang tak besar dan banyak. Tetapi yang tak besar dan tak banyak itu seringkali sangat menolong dan terbukti sering menyelamatkan. Belajar bersyukur karena kita masih diingatkan kita masih memiliki tanggungjawab sosial kepada orang lain dan sesama dalam harta kita. Semoga membantu

(Bayu Gunawan, Anggota CU Sawiran TP Lawang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s