Pak Arifin : Bagi saya, Sawiran adalah sebuah keluarga

Pak Arifin, pengusaha tahu dan peternak sapi



 

Bapak Arifin, anggota CU Sawiran TP Kepanjen,  benar-benar memulai usahanya dari nol. Baginya belajar adalah hal mutlak dengan tidak memandang usia dan kondisi seseorang. Pembelajaran hidup  yang bermula dari kesehariannya sebagai buruh pabrik tahu itulah, yang kemudian mengubah hidupnya.

 

Sebagai buruh pabrik tahu, ia bertugas mengolah ampas tahu yang dihasilkan dan dianggap sebagai limbah. Dari situlah ia belajar bahwa di, limbah tahu ternyata juga menghasilkan uang. Ampas tahu diproduksi ulang menjadi  bahan baku tempe gembos, dan juga bisa dijual sebagai penganan yang disebut “tahu jegug” . Ampas tahu juga dipergunakan sebagai tambahan makanan bagi sapi.Berbekal pengalaman itulah ia nekat membuka pabrik tahu kecil-kecilan.  Namun karena kurang persiapan dan perhitungan yang matang, usahanya ambruk. “Saya waktu itu sempat bingung mengembalikan pinjaman dari sebuah bank swasta,” ceritanya.”Ketika saya menyampaikan permasalahan saya dan meminta  solusi, saya memperoleh kekecewaan.”

 

Pengalaman pahit itu tidak membuatnya menyerah. Berbekal dari tabungan istrinya, iapun mulai memproduksi tahu kembali.  “Saya hanya memegang uang sebesar tiga juta rupiah,” kenangnya. Padahal modal untuk peralatan mencapai lebih dari dua puluh juta , belum termasuk bahan baku utama seperti kedelai.

 

Saat itulah ia mengenal Sawiran dari pembicaraan rekan-rekannya bahwa ada lembaga keuangan yang concern mendukung gerakan ekonomi masyarakat di sekitar Gedog Wetan.  “Begitu menjadi anggota saya sangat terkesan  karena Sawiran menerima saya sebagai suatu keluarga.  Kesulitan permodalan saya dibantu, pengelolaan usaha saya memperoleh dukungan dan konsultasi, serta hubungan baik yang tetap terjaga sampai saat ini.

 

Maka Pak Arifin pun mulai bangkit, tanpa kenal lelah ia bersama istri menjalankan semuanya sendiri. Mencari bahan baku, mengolahnya menjadi tahu, menggoreng, kemudian menjual ke pasar.Pukul satu dini hari  ia sudah mulai berjualan di pasar sampai pukul tujuh pagi. Setelah beristirahat sejenak, ia  memproduksi tahu sampai pukul delapan malam, sementara istrinya menggoreng tahu yang sudah jadi sehingga siap dipasarkan.  Setelah semua siap,  ia  mengulangi rutinitasnya sebagai pedagang tahu di pasar. Saat ini semua itu tidak perlu ia lakukan sendiri, empat orang karyawan sudah siap membantunya membuat dan mengolah tahu sehingga siap jual.  Namun berjualan di Pasar Besar masih dilakukannya sendiri.

 

Kerja kerasnya bukan tanpa pemikiran keras dan proses pembelajaran terus menerus. Lima ekor sapi yang dimilikinya sekarang bukan hasil seketika. Ketekunannya belajar tentang cara merawat sapi membuatnya mengetahui seluk-beluk pemeliharaan sapi, bagaimana sistem pemasarannya,  dan yang penting  bagaimana cara menggunakan limbah tahu sebagai makanan sapi.

 

“Sawiran selalu hadir ketika saya membutuhkan,”tuturnya,”kepercayaan yang diberikan Sawiran sangat saya hargai, dan saya ingin sekali mengajak sebanyak mungkin orang untuk menjadi anggota.”Kemauan dan keinginan belajar dari pengalaman hidup, memang tidak pernah berhenti bagi Pak Arifin. Bapak yang sedang menunggu kelahiran anak keduanya ini  berencana untuk menjadi menjadi  pewaralaba satu minimarket terkenal, karena melihat peluang yang cukup besar di daerah tepat tinggalnya.

 

Semoga lancar ya, Pak Arifin. Kami dukung selalu langkah anda menuju masa depan, dan terima kasih telah menjadi bagian dan keluarga besar kami, keluarga CU Sawiran.  

 

2 thoughts on “Pak Arifin : Bagi saya, Sawiran adalah sebuah keluarga

  1. febrianto hari utomo berkata:

    saya pengen pnjam modal untuk usaha syarat2nya apa saja kalau boleh tau dan saya tinggal di desa banaran bumiaji jl.rojoyo rt.05/05 febrianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s