Keluarga Bapak Ponadi : Merangkul Sawiran Di tengah Keindahan Alam

 

Di sore hari itu kami mengunjungi Desa Wonokitri yang berkabut dan sedikit mendung. Udara begitu dingin. Kata penduduk yang kami temui, hari-hari sebelumnya hujan turun, tapi ternyata tidak untuk hari ini. Rumah-rumah berdekatan satu sama lain di ketinggian yang berbeda-beda, seperti pada umumnya rumah-rumah di daerah pegunungan. Di depan pintu pekarangan setiap rumah, sebuah palinggih atau candi kecil tempat menghaturkan bakti kepada Yang Maha Kuasa berdiri tegak menandakan penghuninya adalah seorang Hindu.
Kami juga melewati Pendopo Agung desa Wonokitri yang sering dipergunakan dalam acara Rapat Anggota Tahunan . Pendopo Agung ini berfungsi sebagai balai desa pada umumnya. Di depannya terdapat halaman yang cukup luas, , tempat mobil-mobil jeep setiap subuh parkir menunggu pengunjung yang akan mendaki ke Gunung Pananjakan.

Tujuan kami adalah rumah Keluarga Bapak Ponadi yang merupakan anggota teladan TP Tosari tahun 2009. Disebuah warung yang cukup lengkap dan menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok dan juga makanan, kami disuguhi secangkir kopi hangat. “Untuk melawan hawa dingin,”kata Ibu Ponadi yang menerima kami.

Bulan Juni sampai dengan Agustus seperti saat ini, yang merupakan musim liburan, Tosari merupakan tujuan utama para wisatawan yang ingin menyaksikan sunrise di Puncak Penanjakan. Pada bulan-bulan inilah Tosari kebanjiran turis mancanegara.

Keluarga Bapak Ponadi adalah keluarga yang sangat bersemangat dan optimis dalam mengembangkan usahanya. Seperti kebanyakan penduduk Wonokitri yang berprofesi sebagai petani, begitu juga keluarga ini. Selain sampingan sebagai tukang ojek atau sopir jeep, keluarga ini juga memiliki dua buah warung dan toko yang salah satunya berada di sekitar Puncak Penanjakan.
“Kami menyediakan makanan dan minuman hangat bagi wisatawan,” ceritanya,”apabila musim liburan seperti ini kami terkadang menutup warung yang satu dan berkonsentrasi melayani wisatawan di Penanjakan.
“Saya berterima kasih, karena Sawiranlah saya bisa mempunyai warung dan toko seperti ini,” tuturnya. Semula modalnya hanya Rp. 50.000, namun seiring dengan bertambahnya pembeli yang mengharuskannya menambah barang dagangan, keluarga ini mengajukan pinjaman ke Sawiran untuk memperluas usaha. “Bahkan bangunan toko saya menjadi seperti ini juga berkat Sawiran, lho”

Yang luar biasa, lebih dari 50 orang warga desa Wonokitri menjadi anggota dan menabung melalui keluarga Bapak Ponadi, sehingga teman-teman di TP Tosari tidak perlu mendatangi rumah masing-masing warga, namun cukup mendatangi rumah Keluarga Bapak Ponadi.
Membagi pengalaman dan informasi tentang Sawiran pun tidak ragu dilakukannya. Di tokonya kami melihat setumpuk brosur dan metrosawiran tersusun rapi “Kalau-kalau ada yang ingin bergabung kami siap.” Karena penasaran, kami pun bertanya,”Susah tidak menjelaskan tentang Sawiran kepada penduduk sekitar?”
Ibu Ponadi tersenyum sebelum menjawab,” Ah, tidak.. peraturannya jelas dan keuntungannya nyata di depan mata. Saya hanya perlu menceritakan pengalaman saya menjadi anggota, maka mereka akan bergabung.”

Dini hari itu, Puncak Pananjakan, mulai ramai. Terlihat belasan wisatawan di tempat ini. Karena kami terlihat seperti orang asing dan bukan penduduk setempat, beberapa orang menawarkan jaket, topi, syal, sarung tangan, ataupun senter. Namun kami memilih menikmati secangkir kopi panas di warung Bapak Ponadi untuk mengusir rasa dingin di jari-jari kami yang mulai mati rasa.

Ketika langit di ufuk timur perlahan-lahan mulai kemerahan pertanda matahari mulai bangkit dari peraduan. Kami menghembuskan nafas takjub. Gunung Bromo dengan kawahnya yang berasap, Batok yang khas, Widodaren di belakang, dan Semeru lebih jauh lagi di belakang yang mengepulkan asap. Hamparan kaldera yang begitu mempesona, pertanda saksi bisu terjadinya letusan besar di masa silam. Tak salah jika tempat ini menjadi favorit para pengagum keindahan alam, kami salah satunya.
Terima kasih Bapak Ponadi sekeluarga, telah merangkul Sawiran di tengah keindahan alam ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s