Hanya Sawiran Pilihan Saya

Hanya Sawiran Pilihan Saya

by Credit Union Sawiran on Wednesday, April 28, 2010 at 9:49am

Ibu Iva Susanti, Anggota TP Batu,

Kalau anda berkunjung ke kota Batu, pastikan anda mengunjungi Kawasan Wisata Songgoriti yang menawarkan tempat wisata yang unik dan layak untuk dikunjungi. Di jalan masuk menuju kawasan wisata ini, anda akan banyak menemui penduduk sekitar yang berdiri berderet di pinggir jalan sambil menawarkan villa untuk anda dan keluarga selama berwisata di daerah ini.
Banyak tempat yang bisa anda dikunjungi mulai dari kolam renang, tempat pemandian air panas serta pasar wisata yang menjual beraneka ragam souvenir serta jajanan khas kota Batu. Anda juga bisa menemui sebuah candi peninggalan kerajaan Majapahit yaitu Candi Supo yang menurut kepercayaan masyarakat sekitarnya biasa digunakan untuk mencuci pusaka.

Berbicara tetang pasar wisata, inilah jantung kawasan wisata Songgoriti, dimana masyarakat sekitar banyak yang berjualan souvenir berupa alat-alat rumah tangga seperti wajan/penggorengan, cobek batu serta mainan anak-anak baik yang berbahan kayu atau plastik. Pasar Songgoriti juga diwarnai dengan penjual aneka ragam tanaman hias, bunga-bunga, hingga buah-buahan. Ada juga yang berjualan binatang peliharaan seperti kelinci, hamster, dan marmut.

Kalau anda berbelanja di Pasar Songgoriti dan mengatakan anda adalah anggota CU Sawiran, anda akan segera disapa dengan sangat ramah. Ya, di kawasan wisata ini banyak yang sudah menjadi anggota , dan hal ini tidak lepas dari peran Ibu Iva Susanti, anggota TP Batu, yang membantu memperkenalkan CU Sawiran di wilayah Songgoriti.

Ibu Santi, panggilan akrabnya, memulai usahanya sejak remaja sebagai pedagang souvenir di Pasar Songgoriti. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak pedagang souvenir yang berjualan di pasar yang sama, maka ia pun mulai mencoba sesuatu yang baru.

Pada tahun 2005, Ibu Santi beserta suami dan ibunya mulai membuat penganan khas yaitu carang mas dan ting-ting jahe. Karena modal yang terbatas, pada awalnya Ibu Santi memulai hanya dengan dua kilogram gula, setengah kilogram wijen dan tiga kilogram jahe. Karena rasanya yang unik dan disukai banyak orang, maka pada tahun yang sama ia pun menambah 2 orang karyawan untuk memenuhi permintaan pasar.

Awal tahun 2008, Ibu Santi pun berusaha mengembangkan usahanya, dengan mengemas keripik kentang, keripik tahu, keripik apel, maupun keripik nangka yang juga dibelinya dari salah satu anggota Sawiran yang lain, kemudian memberinya label sesuai permintaan. Maka tidak heran apabila usahanya berkembang pesat. Yang semula berawal dari rumah tinggalnya, saat ini ia sudah mempunyai 3 rumah sebagai tempat produksi dengan 20 orang karyawan, serta melayani pedagang tidak hanya di wilayah Songgoriti namun sudah meluas di seluruh wilayah Jawa Timur.

Baginya, CU Sawiran tidak hanya menjadi tempatnya mengelola keuangan, namun lebih dari itu.
“CU Sawiran adalah keluarga yang memberi saya dukungan, perhatian, dan selalu membantu saya apabila dibutuhkan” ceritanya kepada metro. Karena selain mempunyai saham sebagai anggota Sawiran, Ibu Santi juga menggunakan SiHarta untuk memenuhi keperluan setor tarik sehari-hari dan juga SiMaster jangka panjang untuk persiapan masa pensiun nanti bersama suami.

Tidak hanya itu, Ibu Santi kini tidak lagi menggunakan jasa lembaga keuangan lain untuk memenuhi kebutuhannya. “Hanya CU Sawiran satu-satunya pilihan saya,” tuturnya dengan yakin.

Terima kasih ibu, karena sudah bersama-sama kami menjadi satu keluarga besar yang saling mendukung.

Carang Mas & Ting-Ting Jahe ”AREMA”
Jl Rejoso RT 4 RW 9 Junrejo, Batu
0341-758 9786

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s