Arief “Bak Mandi”, Pembuat kurungan dari Gedog Wetan



 

Suatu siang ketika metro berkunjung ke rumah bapak satu anak ini, kesibukan yang dilakukannya tak kunjung berhenti. Bersama istrinya, Bapak Arief sehari-hari membuat kurungan yang dipergunakan sebagai “bak mandi” bagi pecinta burung peliharaan.

 

“Fungsinya ganda,”katanya sambil menunjukkan kurungan yang dimaksud.”  Setiap kurungan mempunyai dua pintu, satu untuk sangkar berbentuk bulat, dan yang lainnya untuk sangkarberbentuk kotak.”

 

Setiap minggu, jumlah kurungan hasil produksinya mencapai 60 buah, ataurata-rata membuat 10 buah perharinya. Membeli bahan yang berasal dari kayulimbah pabrik pun dilakukannya sendiri, begitu juga dengan menggergaji danmemotongnya sesuai ukuran dan kebutuhan.

 

Keluarga yang sudah dikaruniai satu putra ini pun saling bahu membahu. Sang istri  membantu mengebor dan memasangjeruji untuk kurungan, sedangkan Pak Arief, memotong dan menghaluskan, sertamerangkainya menjadi satu bentuk yang sesuai dengan pesanan. Karena itulah ia lebih dikenal dengan Arief “bak mandi” oleh para pembeli kurungan yangdibuatnya.

 

Berawal dari buruh  “menggepengkan” paku

Hasil garapan yang halus dan dikerjakan dengan cepat, ternyata didukung oleh beberapa peralatan yang dimilikinya. Dari alat untuk memotong dan menghaluskan kayu, alat untuk mengebor, sampai paku tembak. Tentang paku ini,Pak Arief punya cerita tersendiri. “Dulu saya bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan kurungan,”kisahnya,” selama bertahun-tahun tugas saya adalah memotong paku dibagian kepala, kemudian menggepengkannya, supaya kurungan kelihatan rapi ketika dipaku. ”

Ketika masih menjadi buruh itulah ia belajar seluk beluk pembuatankurungan, meski secara sembunyi-sembunyi. “Saya tidak diperbolehkan mencoba pekerjaan lain, mengebor kayu misalnya.”

Menurut Pak Arief, karena Sawiranlah ia bisa memiliki berbagai peralatanyang menunjang usahanya.  Sebagai anggotaia memperoleh fasilitas pinjaman untuk mengembangkan usaha yang dipergunakannyauntuk membeli alat-alat produksi satu persatu, serta konsultasi untukmengembangkan usaha.

 

Merasa nyaman dan adem ayem

“Dulu saya tidak memiliki rumah,”kenang Pak Arief. Sebagai seorang buruh,memang sulit baginya untuk mencapai impian memiliki rumah. “Namun karenaSawiran, saya yang semula hanya menyewa, kemudian bisa membeli tanah, dan membangun rumah seperti sekarang ini.”

 

Selama lima tahun setia menjadi anggota, Pak Arief tidak pernah sekalipunterlambat memenuhi kewajibannya. Ia selalu berusaha mengangsur dan menabung tepat waktu, karena ia  sadar, semua yang  dimilikinya sekarang adalah karena Sawiran.

 

“Kalau menjadi anggota di Sawiran, rasanya adem ayem,” ucapnya yangdiiyakan oleh sang istri. Kebersamaan, kedekatan dan kepercayaan  yang terbangun, serta perhatian Sawirankepada anggota membuatnya nyaman dan merasa sebagai bagian dalam suatu keluargabesar.

 

Kami juga bangga bertemu anda sebagai bagian dari keluarga Sawiran, PakArief. Kami berharap semakin banyak orang bangkit dan melangkah menujusejahtera seperti ribuan anggota lainnya.



One thought on “Arief “Bak Mandi”, Pembuat kurungan dari Gedog Wetan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s