Peranan Manager dalam Bisnis

Dari Milis TDA Ngalam :

Setiap bisnis pada intinya adalah organisasi pemasaran. We are in
making money business. Peter Drucker mengatakan bahwa peranan manajer
bisnis hanyalah dua: melakukan inovasi dan pemasaran.

Banyak saya lihat mereka justru sibuk dengan aktivitas rutin produksi,
administratif dan didesak waktu. Semua aktivitas itu tidak terkait
langsung dengan pemasaran atau making money. Ini adalah fakta yang
mengejutkan.

Sibuk tidak sama dengan produktivitas, kata Tim Ferris. Menyibukkan
diri juga bisa menjadi salah satu bentuk kemalasaan, katanya. Kenapa?
Karena orang sibuk tidak berarti dia berpikir. Orang sibuk belum tentu
inovatif. Kebanyakan orang mencari kesibukan adalah untuk menemukan
bentuk lain dari comfort zone. Ada benarnya pendapat penulis buku
terlaris The 4 Hours Work-week ini.

Brad Sugars menawarkan pembagian yang lebih adil: 50% fokus untuk
pemasaran, 50% untuk delivery (produksi, administrasi, dsb). Adalah
penting sekali bagi pemilik dan pengelola bisnis untuk mengembangkan
kebiasaan untuk berpikir tentang hasil pemasaran dan penjualan setiap
saat.

——————————————-
Banyak pendapat yg meng’claim’ bahwa orang sibuk adalah orang yg
terjebak di ‘ZONA NYAMAN’. Aku dulu bingung dg pernyataan tsb. Tp
setelah coba dipahami….ternyata benar juga. Orang sibuk tdk berpikir
ttg penjualan…atau marketing…dia hanya menjalankan apa yg harus
dikerjakan. Tidak ada inovasi….tidak ada waktu merenung….mengambil
jarak dr segala aktivitas bisnisnya….dan melihat dari sisi orang
luar ttg hiruk pikuk aktivitas usahanya.

Coba bayangkan Anda sebagai burung yg sedang mengamati kegiatan di
bisnis Anda. Sebagai burung tentu saja Anda tdk terlibat di dalamnya.
Banyak yg bisa diamati…dr pengamatan tsb banyak yang bisa
diperbaiki, ditingkatkan, atau malah ditiadakan. Hal2 tsb tdk bisa
dilakaukan jika Anda terjebak di kesibukan rutinitas harian.

inovasi dan thinking big itu sangat penting,
ambil contoh Bill Gates. Saya melihat beberapa poin yang bisa
dipelajari dari Bill Gates:

1. Fokus: Selama hampir 30 tahun Bill Gates sudah membuktikan
pentingnya fokus pikiran dan tindakan. Dia nggak pindah dari domain
yang di pahami betul yaitu software. Dia mendominasi software secara
umum dan khususnya sistem operasi. Dengan fokus maka kita memiliki
kemampuan untuk tetap konsisten ditengah kesulitan.

2. Berpikir besar: Bersama dengan fokus, memiliki mimpi besar dan
keinginan besar untuk mengejar dengan satu arah yang jelas membuat
Gates berbeda dari entrepreneur lainnya. Entrepreneur harus
menumbuhkan kepercayaan diri dalam dirinya dan timnya bahwa mereka
dapat menjadi pemenang dan menguasai dunia.

3. Passion: kalo sesuatu memang layak untuk dikerjakan, maka kerjakan
dengan layak juga. Mulai proyek terima kasih sampe ke proyek kelas
kakap, kerjakan dengan sebaik2nya karena produk/jasa yang dilakukan
dengan kualitas baik maka meningkatkan nilai kualitas pribadi atau
perusahaan. Selain itu lakukan inovasi secara berkesinambungan,
lakukan perubahan secara konstan. Semakin fleksibel kita terhadap
perubahan, kita akan menjadi semakin sukses.

4. Selalu belajar dan melakukan inovasi: walaupun drop out dari
universitas, Bill Gates mungkin membaca dan menulis lebih banyak
daripada kita. Dalam prosesnya, dia telah mencapai batas atas
pendidikan formal. Pendidikan formal memang penting, tapi lebih
penting untuk menyadari untuk belajar dari proses kehidupan.
Pengetahuan itu tidak terbatas. Walaupun kita tetap terus berusaha
belajar tanpa putus selama hidup kita, sebetulnya kita belum menyentuh
permukaan dari pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan akan menghasilkan
kebijaksanaan – bukan malah menjadi arogansi atau sombong.

5. Beramal dan Bersedekah: Bill Gates dengan yayasannya bergandeng
tangan dengan Willam secara aktif memberikan bantuan untuk penderita
malaria, cancer dan AIDS. Sekarang banyak juga perusahaan Indonesia
yang melakukan kegiatan sosialnya dengan program CSR, tapi kalo
diperhatikan dari sekian banyak daftar orang terkaya di Indonesia, kok
tetep aja ya kemiskinan meningkat?

Memang sih setiap orang sukses atau orang besar selalu memiliki
kontroversi. Ada yang tidak setuju dengan cara Gates untuk mendapatkan
yang dia miliki sekarang, tapi ada juga yang nggak bisa mengabaikan
kontribusi Gates di industri TI. Bagaimanapun juga, sejarah akan
mengenal Gates dari apa yang dia hasilkan dari usia muda hingga akhir
hidupnya.

Memerangi kelaparan, memberantas kemiskinan dan memberikan pendidikan
layak bagi yang tidak mampu adalah tujuan sebenarnya dari setiap orang
yang peduli pada nilai kemanusiaan dan kualitas hidup di dunia ini.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s