[Bizmart] Diskusi tentang : mengapa tidak pinjam ke bank ?

Dear All,

Salam sejahtera.
Didalam dunia usaha, memang modal adalah salah satu faktor penting.
Berbagai macam cara digunakan orang untuk menambah modal usaha. Salah
satu yang paling sering dilakukan adalah mencari investor. Nah, karena
rata-rata orang ingin mengembang biakan uangnya dengan cepat, maka
tawaran biasanya sangat mengiurkan, misalnya 2 % perbln atau bahkan lebih.

Bila ada penawaran seperti itu, biasanya timbul pertanyaan, mengapa
tidak pinjam di bank saja? Bahkan pinjaman tanpa agunan saja tidak
semahal itu bagi sang pemilik bisnis.

Mungkin teman-teman bisa memberikan input, mengapa kita tidak pinjam
ke bank saja?

Salam,
Heru Muskita

————————————————————————————————–

Tanggapan 1

Langsung to the point saja. Beberapa alasan orang menggandeng investor
daripada pinjam di lembaga perbankan :

* Tidak mempunyai agunan yg memungkinkan untuk diagunkan

Untuk yg kredit tanpa agunan, agunan kita kan posisi kita sebagai karyawan /
professional,kan ?

Untuk usaha, lembaga perbankan meminta laporan pembukuan dan lain sebagainya
yg biasanya susah dipenuhi oleh usaha skala kecil perorangan.

* Katakanlah bunga pinjaman bank sekitar 1,5 – 2% perbulan, masih
ada biaya provisi bank, dll.

Perlu diingat, actual yg kita bayarkan lebih dari angka bunga diatas,
kisarannya adalah kira-kira jatuhnya 2 kali lipat lebih banyak.

Kenapa ? Karena kita juga harus mengangsur cicilannya disamping bunganya.
Jadi sebenarnya modal pokok dari pinjaman itu tiap periode selalu berkurang
sebesar cicilan kita.

Kalau modal berkurang, kan tidak diinginkan ? Akan mengganggu usaha.
Kecuali hasil usahanya bisa menutup semuanya, tapi kan berarti untungnya
juga harus besar sekali dong ?

Nah..biasanya orang akan cari investor dengan bagi hasil lebih besar dari
angka di atas, dengan pertimbangan modal pinjaman tidak berkurang untuk
mencicil pinjaman. Cukup bayar bagi hasilnya saja.

Tetapi harus hati-hati, sekarang dan tahun2 belakangan, banyak juga
pengusaha yg menyalahgunakan uang investor.

Hal ini dikarenakan mereka malah menginvestasikan modal investor itu ke HYIP
yg marak di dunia maya (internet) yg menawarkan untung yg besar.

Investor terkecoh, dikira uang itu dipakai untuk tambahan modal usaha,
tetapi nyatanya tidak.

Akibatnya, waktu HYIP bubar, modal investor ikut melayang, si-pengusaha pun
usahanya yg benar-benar murni usaha jadi ikut hancur juga, karena harus
menanggung uang investor yg telah ia dapatkan.

Fenomena ini tentu akan merugikan pengusaha yg benar-benar mencari tambahan
modal untuk usahanya. Image dan ketakutan masyarakat sudah jelek. Jadi perlu
hati-hati..diteliti dulu, walaupun kadang si pengusahanya susah terbuka
untuk masalah ini.

Arief S

—————————————————————————————————
Tanggapan2

Kebetulan saya kerja di Bank sebagai Credit Officer. Kalau boleh urun
rembuk, bank alternative yang baik tetapi mesti siap dengan konsekuensi
kelengkapan ijin usaha. Yang paling perlu diketahui adalah bahwa bank
jarang memberikan modal untuk usaha yg baru akan mulai karena tidak tahu
kompetensi pengusaha baru tersebut dalam bidang yang mau dikembangkan.
Tetapi kalau sudah jalan 2 tahun biasanya tidak sulit asalkan persyaratan
dipenuhi dan tujuannya jelas.

Usahakan menemui bank credit officer yg mau menerangkan struktur pijaman
secara detil sesuai dengan tujuan pinjaman. Pengalaman saya bilang bahwa
salah struktur bisa bikin debitur celaka juga lho. Kalau mau modal kerja ya
harus sesuai strukturnya, jangan sampai diberikan struktur investasi apa
lagi dengan bunga tinggi untuk mencapai target sang officer.

Kalau boleh usul untuk membuka bisnis baru usahakan mencari investor dengan cara bagi hasil deh…. Lebih fair aja. Kalau sudah dengan rentenir parah
bunganya karena dia harus menanggung pinjaman tanpa jaminan dan analisa
jelas tentang peminjam.

Sekian, semoga berguna…!

Anna Trombine
———————————————————————

Tanggapan 3

Wow, Thanks Anna dan Arief.

Bila bank tidak mau meminjamkan uang kepada usaha yang < 2 tahun tentunya bank memiliki alasan. Yang saya kira paling utama adalah Apakah si pengusaha memiliki kecakapan dalam berbisnis terutama pada line of bisnis tersebut? Ada teman saya yang mendapatkan pinjaman dari bank dimana bisnisnya baru berjalan kurang dari 1 tahun, namun ybs telah memiliki pengalaman di bidang tersebut selama 10 tahun. Terkadang saya melihat pengusaha kecil tidak mau membuat pembukuan dengan alasan usahanya masih kecil, tetapi ada beberapa hal yang harus diingat 1. Untuk seorang pengusaha laporan keuangan/ pembukuannya adalah rapor-nya (kata robert kiyosaki dan kata orang bank). 2. Dengan adanya laporan keuangan, bank akan melihat bahwa kita sebagai pengusaha memiliki kontrol atas usaha tersebut terutama dari segi keuangan. 3. Dari laporan keuangan tersebut juga, investor atau bank akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan apakah yang dilaporan keuangan itu riil atau rekayasa. Untuk investor yang menginvestasikan uangnya tanpa melihat experience si pemilik usaha dan laporan keuangannya sama dengan gambling. Bagaimana tidak, kita melakukannya dengan azas kepercayaan, kemungkinannya fifty-fifty (emangnya acara who wants to be millionaire.) Yang dibilang pak Arief ada benarnya banyak penipuan dengan cara seperti ini, maka sebagai investor ya, kita juga harus berlaku seperti bank. Ya, saya tahu bahwa banyak orang yang sangat tidak suka dengan pembukuan. Sebenarnya di pasaran banyak software pembukuan yang cukup sederhana, bahkan ada yang hanya menggunakan excel atau access. Ada satu buku yang bagus, yang menjelaskan laporan keuangan secara gamblang dan ringan. Saya bukan mau menjual buku hanya merekomendaskannya, lho. “Membedah Laporan Keuangan sangat Mudah” dikarang oleh Peni R. Pramono. Memang benar yang dikatakan pak Arief bahwa bunga yang kita bayarkan sangat mahal dan juga biaya-biayanya bukan main, namun dengan meminjam di bank kita bisa belajar disiplin. Kita belajar menghitung cost kita, kita belajar menetapkan harga jual yang pantas. Kalau dengan investor (terutama yang bagi hasil) bagaimana kita menetapkan harga? bagaimana menetapkan real costnya kita? Saya bukannya anti syariah, saya hanya belum mempelajarinya. Mungkin teman-teman yang tahu bisa memberikan pencerahan? Sebaiknya kita mendapatkan daftar terperinci dari jumlah cicilan kita sehingga kita bisa mengetahui berapa bunga yang kita bayar sebenarnya. kemudian di bandingkan dengan bagi hasil dengan investor. Mungkin mbak Anna bisa memberikan pencerahan kepada kita apa saja sih yang dilihat oleh bank? Yang saya tahu dengan pasti adalah tunggakan kartu kredit kita akan sangat berpengaruh terhadap keputusan bank dalam memberikan kredit. Bagaimana pendapat teman-teman? Salam, Heru Muskita ——————————————————————————— Dear Bismart,

saya ikutan ya…

Mengapa ga pinjam ke bank? mmm kenapa ya?
Kalo saya sih liat syarat2nya ga susah juga.
Kalo atas nama usaha, musti :
1. Punya KTP😀
2. Punya ijin usaha yang jelas, misalnya SIUP dan TDP, eh dan punya
USAHA yang jelas, bukan hanya nama
3. Punya NPWP
4. Udah berjalan 2 tahun lebih
5. Punya pembukuan yang jelas, meskipun sederhana..

Saya punya pengalaman gak enak soal kredit ini… saya sharing kan yaaa…

Waktu itu saya dan beberapa teman lagi dapet kontrak yang lumayan, dan
yang jelas butuh modal lumayan juga, kira2 100 juta.
Sebuah bank swasta nasional yang lumayan besar tertarik dengan
proposal kami, dan bersedia untuk membantu.

Maka persyaratan2 diatas kami penuhi, termasuk permintaan mereka akan
agunan. Yang diagunkan adalah sertifikat rumah yang harga pasarannya
sekitar 150 juta.

Pada waktu proses berjalan, petugas bank yang menangani proses kredit
saya dimutasi dan diganti orang lain. Nah ini jadi mbulet dan mulai
lagi dari awal, dia minta lagi dokumen2, dengan alasan dia orang baru
(aneh yaaa…)

Dia mengusulkan bagaimana kalo kredit yang untuk usaha ini
diatasnamakan pribadi saja, katanya biar lebih mudah prosesnya… tapi
kemudian proses kredit ini dialihkan ke mitra binaannya yang berupa
koperasi kredit. Alasannya karena permintaan kreditnya kecil, dibawah
125 juta.
nah disinilah beberapa kejanggalan berlangsung, agunan 150 juta tadi
cuma dapat kreditnya 40 juta aja..

setelah dipotong biaya administrasi dll, plus angsuran pertama,
dapetnya sekitar 25 juta aja… Susah ya…

Pengalaman lain juga ada, atasan saya ditawari kredit bank. Beliau
tidak mau karena memang ga’ perlu. Tapi dengan bujukan dan rayuan
pihak bank, dan terus menerus ditawari, dengan alasan si petugas bank
ini mengejar bonus untuk ke luar negeri, akhirnya mengalirnya uang
kredit sebesar 1M ke rekening atasan saya, tanpa ruwet, dan
persyaratan ini itu…

Pertanyaan saya, ya…. kredit itu buat siapa sih? Buat kita yang lagi
butuh… atau orang yang tidak butuh…

Akhirnya saya mendapatkan modal dari CU (Credit Union) yang saya ikuti
belum sampai setahun ini. Karena hubungan baik, dan mereka melihat
usaha saya mempunyai prospek yang cerah, tidak sampai 2 hari mereka
mencairkan dana pinjaman saya, dengan bunga lebih rendah dari bank,
dan persyaratan yang flexible…

Semoga pengalaman ini berguna,

Salam,

Vivi
———————————————————————————————-
Tanggapan 4

Mbak Vivi, apakah CU itu sama dengan Koperasi?

Hm.. setahu saya memang lebih gampang meminjam dari Koperasi dan BPR.
Mengapa sulit meminjam dari Bank? Mungkin dikarenakan banyaknya
peraturan2 yang harus diikuti oleh bank, dan juga Bank Indonesia
dengan sangat memelototi bank-bank di Indonesia.

Namun, kembali lagi, mengapa bank yang mengucurkan Kredit Tanpa Agunan
sangat berani dan bahkan tidak meminta dokumen apapun?

Mbak Anne tolong koreksi bila statement saya ini salah : “nilai agunan
tidak menjamin nilai kredit yang kita peroleh.”

Hati-hati dalam menggunakan kartu kredit, karena kalau kita menunggak
di kartu kredit maka akan kelihatan pada saat BI Checking. Dan berita
terbarunya adalah BI Checking menampilkan perfomance kredit kita
selama 12 bulan terakhir kalau bukan 24 bulan terakhir. So, jangan
terlambat membayar kartu kredit.

Saya pernah hendak mengajukan kredit ke sebuah bank, kemudian dari
bank tersebut bilang bahwa juga memiliki kredit di bank lain.
Nyata-nyatanya saya tidak mempunyai kredit di bank lain. Sampai-sampai
saya ke bank tersebut untuk menanyakan mengapa saya tercatat memiliki
kredit di bank tersebut. Selidik punya selidik, ternyata saya memiliki
kredit di salah satu leasing company, yang ternyata
mengalihkan/-menjual pinjaman saya ke bank tersebut.

Bagaimana dengan teman-teman yang lain, apakah ada pengalaman lain
yang ingin disharingkan?

Salam,

Heru Muskita.
—————————————————————————————————–
Tanggapan 5
CU memang seperti Koperasi, ada simpan pinjam dan rapat-2 anggota juga.
Namun kesannya lebih Guyub karena segala sesuatu dipikirkan bersama.

Bahwa pinjam di Bank tidak gampang (bukan sulit Mas Heru…!) Karena memang
tujuan pengembangan bank harus dibatasi sehingga tidak terjadi pemberian
kredit berlebihan dg tujuan tidak jelas terutama kepada perusahaan Group
seperti yg pernah kita alami selama Orde Baru dulu. Bank Indonesia sekarang
memang lebih berperan sebagai wasit sehingga tidak ada pihak yg dirugikan,
selama masih bisa dicegah.

Redit tanpa agunan yang terkenal ya kartu Kredit itu Mas…. Tetapi kalau
ada bank yang punya program pinjaman tanpa agunan biasnaya bersifat consumer
dan harus ada Latter of Wearness dari perusahaan tempatnya bekerja untuk
kepastian pembayaran. Kalau yang dulu dilakukan BRI memberikan pinjaman
kerja tanpa agunan karena itu program dan dana pemerintah…. Ibaratnya
tidak kembali ya nggak apa-2. Tetapi kalau pinjaman Bank beneran agunan
adalah bagian dari kesungguhan debitur untuk melaksanakan kewajibannya
(moral Obligation).

Bener banget Mas Heru, kadang agunan bukan alasan Utama bagi pemberian
kredit terutama kalau kompetensi calon debitur sudah dikenal. Tetapi
seperti saya tulis diatas kalau kompetensi tinggi tapi tidak punya MORAL
OBLIGATION, susah juga kan ? Karenanya ada segala BI Checking, Trade
Checking, AKKI Checking dll.

Hahahaha…. Aku tuh curiga deh sama Mas Heru…. Tahu banget urusan hasil
BI Checking….! Emang sekarang kita semua dipaksa belajar jadi orang
baik-2 dengan moral obligation tinggi karena hanya cara ini yang paten
menghapus korupsi terselubung…. Atau …. Bikin penjahat perbankan jadi
tambah pinter hehehehe…. Memang selama bertahun-2 bank agak terlindungi
dengan hasil BI checking yang merupakan hasil laporan perbankan selama 1
bulan terakhir. Tetapi masih juga disalah gunakan oleh perbankan sendiri
dengan memaksa calon debitur melunasi semua tunggakan, trus dilakukan BI
checking ulang bulan berikutnya…..beres deh….!

Dengan menampilkan hasil BI checking selama 1-2 tahun terakhir….. paling
nggak para auditnya bakal melek bahwa seharusnya yang nakal ya jangan diberi
kredit dong ! Aku dan atasan pernah ditegur Audit karena tetap menyetujui
kredit seseorang yang nunggak Kartu Kreditnya….. sialnya belakangan dia
emang nunggak beneran… Kalau urusan terlambat aku bisa kasih solusi nih.
Selama due date pembayaran kartu kredit anda bukan akhir bulan, telat 1 hari
aman aja. Karena yang dilaporkan ke BI adalah posisi terakhir akhir bulan.
Jadi bener kata Mas Heru kalau due date pembayarannya akhir bulan…….. ya
kudu di bayar tepat waktu.

Kalau system transfer perhitungkan jumlah hari sampai dana bener-2 masuk ke
pembayaran kartu kita. Saya bilang begini karma kita sudah dibiasakan bayar
lewat ATM Kan ? Kadang kerja sama antar bank belum REAL TIME….. jadi
untuk masuk ke bank tujuan perlu waktu 1-2 hari…. So hati-2 tentang hal
ini, pastikan dengan bank masing-2.

Tentang Pinjaman Leasing ternyata terdata di Bank, itu seperti yang saya
jelaskan sebelumnya. Bahwa belakangan semua Leasing mendapatkan back-up dari
perbankan. Biasanya pinjaman system chanelling. Jadi kalau sudah
direkomendasikan oleh Dealer perusahaan leasing mencairkan kredit
menggunakan kredit yang dia dapatkan dari Bank juga, tetapi dengan nama
pembeli (debitur) satu persatu. Bank taunya mendebet rekening Leasing
setiap tanggal yg ditentukan, sementara kewajiban menagih debitur menjadi
tanggung jawab Leasing tersebut. Karenanya biasanya dipergunakan pembayaran
dengan membuka Bilyet giro….!

Senang bisa membantu…. Semoga berguna buat teman-2 sekalian. Ngomong-2
sebelumnya thema ini belum pernah didiskusikan ?

Salam … Anne

————————————————————————————–

Tanggapan 6

To Mbak Anne dan Mas Heru : Re: Mengapa tidak pinjam dari bank?


Mbak Anne dan Mas Heru..

Hehe saya juga berpikir yang sama lho mbak, mas… kok tema ini blom
pernah dibahas ya…. bisa nambah2 pengetahuan kita lho…

Mas Heru ,
Soal CU (Credit Union) yang saya ikuti sekarang CU Sawiran namanya

memang prinsip dasarnya kayak koperasi, ada simpanan, wajib, pokok,
sukarela… Tapi seperti bank juga, karena ada tabungan, deposito,
tabungan pendidikan, jasa transfer, dll…
dan lebih guyub juga seperti kata mbak anne, karena biasanya setiap
anggota dan pengurus CU, akan saling kenal.. biasanya TP (tempat
pelayanan CU) dibuat per daerah, dalam lingkup yang kecil..

Jadi kalo kita mengajukan kredit, seperti bank, mereka akan liat track
record kita juga, apakah kita rajin nabungnya, bayar kredit sebelumnya
ga pernah telat…… cuman sih ga perlu cross check antar bank…
karena guyub dan kenal satu sama lain itulah, proses pencairan bisa
lebih mudah. Bahkan mungkin ga perlu agunan.. mereka kan tau kita
punya usaha yang udah jalan…

Bahkan saya pernah tahu lho, ada anggota CU setelah tanda tangan
perjanjian kredit, duitnya langsung ditransfer ke rekening yang
bersangkutan…

Beda CU dengan Koperasi Kredit yang saat ini marak, ya itu, kita harus
melalui proses jadi anggota dulu baru bisa mengajukan kredit. Kalo di
koperasi kredit biasanya kan, asal kita dateng bawa BPKB (misalnya),
bisa diproses…

Mbak Anne,
soal KTA (Kredit Tanpa Agunan), aku pernah punya pengalaman lho mbak,
ditawar2i, baik langsung ato via telepon, berkali kali lagi… oleh
beberapa bank asing (yang katanya gampang ngasih KTA ituh) dengan base
Credit Card..

Suatu saat aku ketemu temen yang lumayan kenal baik lah di suatu mall,
akhirnya aku mau ambil KTA, padahal ya blm lagi butuh, dia bilang aku
bisa dapet 2,5 x dari limit CC ku… Waktu itu dia lagi ada promo
bebas provisi (3%), untuk KTA selama 3 tahun. Bunga 1,8% per bulan.
Dibawah 3 taun musti bayar provisi..

Aku ga mau seh, aku maunya setaun aja, aku bilang mending aku bayar
provisi 3% dari pada bayar bunga 1,8% per bulan selama 2 tahun. Dia
sih ngebujuk supaya aku mau 3 tahun, katanya bisa dilunasi lebih awal
kok.. aku sampe nunjukin kalkulator, dan ngitung berapa bunganya dll…

Dengan data-data lengkap plus copy billing statement, permohonan KTA
ku di proses. Aku sempet mikir jelek , gmn kalo data2ku di pake pihak2
yang tidak berkepentingan? soalnya seperti yang di telebanking,
lengkap, pake nama ibu kandung sgala, kan..

Akhirnya permohonan KTA ituh ditolak tanpa alasan yang jelas. Aku
sudah males ngurusnya, ato nanyain, aku juga bersyukur karena ga jadi
kreditnya hehe…

Temen aku bilang sih permohonanku ditolak karena cuma ngambil KTA
setaun, padahal kan CC ku sama sekali ga bermasalah.. bayar juga ga
pernah telat…

Ya gitu deh… sorry yaaa… jadi panjang banget ceritanya…

Salam,
Vivi
———————————————————————–
Hm…saya juga ngak tau apa pernah di bahas atau ngak, tiba-tiba
terpikir oleh saya, jadi saya bahas aja.

Character seseorang mungkin adalah salah satu yang paling susah
diukur. Makanya kalau bank terus-terusan mengucurkan kredit kepada
debitur yang bagus saya ngak heran.

Teman-teman yang permohonan kreditnya pernah ditolak oleh bank, jangan
berkecil hati karena bank menolak anda bukan karena tidak senang
dengan teman-teman, tetapi mereka kesulitan untuk menilai usaha kita.

Makanya buatlah laporan keuangan, yang sederhana juga jadi.

Belajar jadi seorang manager yang bertanggung jawab, bangun system
untuk bisnis anda, baru anda bisa berpindah dari self-employed menjadi
business-owner. Setelah itu baru bisa menjadi investor.

Bagi pembaca buku Robert T. Kiyosaki, ingat yang dibilang beliau
tentang Laporan Keuangan sebagai buku rapor kita?

Salam,

Heru Muskita

3 thoughts on “[Bizmart] Diskusi tentang : mengapa tidak pinjam ke bank ?

  1. Hendrianto berkata:

    Sayang ingin pinjam ke bank saat…ini apakah ada dari salah saatu teman2 yang bisa bantu saya bagaimana memulainya..

    pertama2 saya jelaskan terlebih dahulu siapa saya dan apa usaha saya…!!

    Saya adalah pengusaha di bidang jasa Ekspedisi, saya memulai usaha saya kurang lebih 1 tahun..
    memang relatif masih sangat muda namun perusahaan ini di dirikan atas dasar orang tua saya yang sangat berpengalaman di bidang export/import…beliau bekerja di suatu perusahaan swasta dibagian tersebut kurang lebih 27 tahun, bisa dibilang 1/4 umurnya didedikasikan kepada perusahaan tersebut.

    kesulitang yang saya hadapi saat ini adalah..
    terlalu banyak order yang masuk namun kami sangat kekurangan modal..untuk mengerjakanya.
    selebihnya sekarang perusahaan saya menjadi ekspedisi tunggal di perusahaan tersebut..

    saya mohon…pendapat dari teman2 sekalian

    terimakasih sebelumnya…

  2. ahhhhhhhhhh berkata:

    mumet……………………….
    beerbelit…………………………
    smua pake koneksi……………………………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s