Hari ini aku ikut milis baru : BizMart

Hari ini aku ikut milis baru : BizMart
Isinya orang-orang yang berwirausaha, sehingga kita bisa sharing banyak hal tentang usaha kita. Kesannya mereka friendly banget, low profile, dan mau bantu yang lain..

Oh ya aku posting tentang masalah “plagiator” yang aku hadapi, wah tanggapannya mengesankan sekali :

Vivi wrote:
Dear All, [:)]

tolong dong! gimana sih caranya ngadepin para peniru, yang sama sekali
ga kreatif, yang bisanya cuma “meniru ide orang lain?”

ceritanya gini nih… saya punya usaha digital printing di daerah
kampus, yang fokus customernya mahasiswa. di daerah itu (satu jalan yang
sama) belum ada usaha semacam ini. setelah saya survei sana sini.
Paling banyak permintaan adalah meng-edit dan memodifikasi foto, serta
mengaplikasikannya dalam berbagai media (kartu, kaos, undangan dll)

Selang dua bulan setelah saya buka usaha ini dan cukup rame, beda 1
bangunan (sebelah saya warnet, sebelahnya lagi rental komputer-si
peniru), dibuat usaha yang sama persis, servis yang diberikan, bentuknya
dll.

Yang membedakan adalah saya disitu menyewa tempat untuk usaha, mempunyai
karyawan, sedangkan mereka tidak (menempati rumah sendiri), mereka buka
pagi pukul 06.00 (sedangkan saya buka jam 10.00), dan tentu saja mereka
bisa memasang harga yang lebih murah, dengan kondisi yang ada.
Ketika saya memasang neon box, dan spanduk full printing, dia ikutan
juga, kesel banget kan? [X-(]

Satu bulan kemudian, rental komputer lain yang berhadapan dengan usaha
saya ini pun berniat melangkah ke usaha yang sama dengan saya, bahkan
mereka sudah memasang spanduk baru. Karena kenal dengan si pemilik, saya
sempet “protes” secara halus.

Dua bulan kemudian, (lagi-lagi) rental komputer lain yang berjarak 50 m,
ikutan juga buka digital printing… what happened with this area??

Agak dongkol juga akhirnya saya mengganti usaha lebih spesifik ke design
dan printing (khusus undangan dan souvenir), serta menerima terjemahan.
Lah kok mereka yang disekitar saya ikutan juga..

Masih ada lagi neh… saya juga membuka warung lesehan untuk mahasiswa,
yang memang fokusnya buat tempat nongkrong, pake meja pendek,
lampion-lampion dll. Saya sendiri udah agak susah payah membuat menu
yang beda dengan yang lain… untuk menjaga ketersinggungan membuka
usaha yang sama..

Lha kok, gak lama mulailah bermunculan tempat2 yang mirip2 warung
lesehan di sekitar saya. Jadilah di satu jalan yang enggak seberapa gede
ini, orang jadi terheran2 dengan banyaknya usaha yang sama.

Untung saya tidak jadi membuka kios voucher hp, dalam jarak 100 meter
udah ada 15 konter yang muncul seperti cendawan di musim hujan..

akhirnya saya dengan berat hati memutuskan untuk menutup usaha tersebut
bulan ini, dan berkutat mencari tempat lain… [:((]

bagaimana supaya hal itu ga terulang lagi?? [:-/]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s