Kura-Kura Makan Ikan, Teman Makan Teman

Hari minggu pagi ini di kejutkan oleh teriakan anak saya Agata, yang secara tidak sengaja melihat aquarium kecil yang kami letakkan diatas lemari es. Tidak hanya terkejut, ditambah sedih dan shock, ia melihat ikan kecil peliharaan kami yang dikunyah oleh sang kura-kura.

Memang beberapa bulan lalu, kami membeli beberapa ekor ikan dan dua kura-kura. Karena pengalaman memelihara ikan sebelumnya yang ga pernah sukses, banyak ikan akhirnya mati, dan hanya bertahan tiga ekor, sedangkan sang kura-kura tetap bertahan hidup hehe..

Perbedaan mencolok terlihat diantara dua kura-kura peliharaan itu, yang satu kecil kurus, yang satu gendut. Yang semula ketika kami beli berukuran sama, dengan berjalannya waktu, yang satu ukurannya dua kali lebih besar dari yang lain… Setelah saya perhatikan… laaah gimana ga kurus, wong makanannya dimakan semua ama yang gede.. jadi dia ga kebagian, trus “mogok makan” dan akhirnya mati

Suatu hari saat membersihkan aquarium kami sempat kaget, karena jumlah ikannya berkurang satu.Pertanyaan “masa kura-kura makan ikan?”itu pun muncul… tapi sempet kepikiran… ah… kura-kura kan makan daun-daunan… masa makan ikan yang hidup bareng dia.. (kesannya kok kejam banget…) Tapi pagi ini pertanyaan itu terjawab sudah,si kura-kura gendut “tertangkap basah” mengunyah ikan “teman hidupnya”

Terlepas dari mencari penyebabnya..(ih kayaknya lupa ngasih makan deh.. kata anak saya…) saya memandang ini menjadi suatu pelajaran berharga.. Nggak cuma kura-kura yang notabene binatang yang tidak memiliki akal seperti manusia, dalam kehidupan nyata “makan-memakan” ini juga terjadi kok.. Dalam keadaan kepepet, dan dalam titik tertentu, keinginan, kehendak,pemikiran, niat, tekad “how to survive” ini pun muncul. Dalam keadaan itu apapun akan dilakukan asal seseorang bisa bertahan.

Pernah baca buku dan ikutan seminar “The Power Of Kepepet?” saya belum hehe… namun bisa dilihat bahwa dalam keadaan itu banyak orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya… sel-sel otak bekerja lebih keras, kreativitas mencapai puncaknya, dan energi seakan tidak pernah habis… Energi positif inilah yang akan menjadi luar biasa apabila dimanfaatkan secara maksimal…

Sayangnya banyak orang pula dalam keadaan kepepet, tidak memandang sisi positif dan mencari solusi, malahan menggunakan sisi negatif untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi. Makanya kita mungkin pernah mendengar (atau mengalami) istilah “teman makan teman ” dalam dunia kerja.. di kantor, maupun di dunia bisnis..

Anyway, kembali ke kura-kura kecil peliharaan saya… dia sekarang berenang-renang sendiri tanpa teman… (lah temannya sudah dimakan semua) apakah dia bisa bertahan?

*ngeliat akuarium* apa harus saya belikan temen lagi ya ?

Tentang Vivi

http://pipiw.wordpress.com

Posted on 23 Januari 2012, in my thoughts, work & business and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.