Lucky Menaaaaang ! The 1st MasterChef Indonesia, Orang Malang :)

Lucky akhirnya menaaaaang… hwhwhwhw duh senengnya…. yang di rumah sampe jingkrak-jingkrak.

Orang Malang rek, jadi Masterchef Indonesia pertama setelah berhasil mengalahkan Agus  hwhwhw…

Meski baru bisa posting sekarang…. Tantangan demi tantangan grand final ini emang bikin deg-degan… masih kerasa…

Saya sendiri mengikuti kompetisi ini dari awal, jadi saya tahuuuuu persis betapa Lucky memang pantas jadi juara. Beberapa kali dia masuk babak eliminasi, tapi dengan semangatnya dia berhasil lolos.

Peningkatan Lucky terlihat ketika peserta tinggal 5 kontestan, lucky selalu berhasil menjadi pemenang bahkan mendapatkan immunity pin. Disinilah mental Lucky terlihat bahwa dia pantang menyerah.

Sangat layak dan pantas kalau Lucky nih… menjadi pemenang masterchef indonesia pertama, karena seorang pemenang selain bisa memasak dengan enak, dia juga harus mempunyai semangat dan mental yang kuat.

Padagrandfinal kemaren itu,  Lucky dan Agus diuji dengan 3 tantangan yang harus mereka selesaikan dengan baik. Mereka harus menduplikasi masakan dari 1 orang pakar makanan dan 2 orang chef senior. Lucky berhasil memenangkan 2 dari 3 babak yang dilombakan. Tantangan tumpeng akhirnya yang membawa Lucky menjadi pemenang karena dia mendapatkan nilai tertinggi. Chef master yang membuat tumpeng untuk diduplikasi memberikan lucky nilai lebih tinggi dari agus, sehingga lucky terpilih menjadi pemenang masterchef indonesia pertama. Dengan beda total nilai cuman 2 poin… hwhwhwh gemesss

Gimana gak gemes coba,

Babak Pertama : Lucky kalah…. bedanya sampe 3 poin… gara-gara dia hanya bisa bikin 4 kue dari 6 kue yang harus diduplikasi dari masakan Ibu Nilasari…

Babak Kedua : Bikin Seafood Tower (nih makanan seharga 8 juta oh), signature dish Chef Mandif dari Bali. Wah nih masakan susah…. karena kudu masak Lobster, Kerang, Ikan, Kepiting, dengan berbagai macam metode : kukus, bakar, goreng, oven… Tapiiii lucky berhasil menang dengan beda nilai 8 poin hwhw kereeen

Babak Ketiga : Bikin nasi kuning tumpeng, dengan 6 lauk berbeda…

Nah… ini yang bikin deg-deg an, karena di nilai Nasi nya si Lucky, kurang kuning warnanya… dan telor pindangnya gak sip.. Tapi, meski total nilai di babak ini masih kalah ama agus…. secara global dia menang… yeee…

 

Hadiah Pemenang Masterchef Indonesia pertama

Hadiah Buat Agus…

1. Paket perjalanan ke sydney australia

2. Kitchen Set senilai 100 jt rupiah

3. Uang tunai senilai 150jt rupiah

Sedangkan untuk Lucky sebagai Pemenang Masterchef Indonesia pertama berhak mendapatkan

1. Paket perjalanan ke sydney australia

2. Kitchen Set senilai 200jt Rupiah

3. Uang tunai senilai 300jt rupiah

Oh ya ini cerita tentang lucky yangaku ambil dari Tabloid Bintang Indonesia :

SELAMA ajang MasterChef Indonesia (MCI) bergulir, tidak ada yang menyebut nama Lucky (31) sebagai kandidat pemenang. Tapi justru ia yang akhirnya jadi juara.

Nama yang beredar di bursa unggulan tak jauh dari Albie, Fero, Santiana, dan tentu saja Agus Batik. Tapi ketika perhelatan menyisakan 5 peserta, Lucky tiba-tiba menyeruak. Dari sosok yang semula dikenal jago untuk masakan Barat dan Asia, Lucky tiba-tiba menang pada tantangan masakan lokal. “Kuncinya harus sabar, mau banyak mendengarkan masukan, dan mengontrol emosi,” jelas Lucky dengan wajah semringah.

Lucky maklum, kalau pada awal lomba tidak dijagokan. “Saya masuk 8 kali babak eliminasi. Emosi saya kurang terkontrol, sehingga saya banyak mengalami kendala. Selama episode demi episode mungkin saya sudah tahu apa yang saya lakukan, tapi tekniknya bisa saja salah. Hasilnya tidak seperti yang dikehendaki,” kenang Lucky akan penampilannya yang lampau.

Penampilan Lucky juga tak bisa diprediksi. “Kalau habis menang, minggu depannya saya pasti masuk babak eliminasi. Kenapa bisa seperti itu karena saya emosional. Pada saat memberi reaksi pada komentar juri, di Twitter banyak yang bilang saya sombong. Padahal bisa jadi sikap keras saya waktu itu menutupi kelemahan saya. Dan lagi orang harus tahu, apa yang ada di televisi itu merupakan hasil editing. Aslinya saya tidak seperti itu,” urai pria asli Malang ini.

Setelah mampu mengontrol emosinya, Lucky melihat hasil yang lebih baik. “Itu semua proses. Saya banyak belajar, melihat, dan saya tidak lagi mudah menyerah. Hasilnya, saya bisa menang di 4 tantangan terakhir,” terang pria yang sangat mengidolakan masakan neneknya ini.

Tubuh yang besar banyak menggiring orang pada kesan yang salah. Selain dikira sombong, banyak yang menyangka Lucky sudah berprofesi tukang masak. “Pendidikan saya marketing, lulusan sebuah universitas di Australia,” beri tahu Lucky. Keluarga Lucky bergelut di bidang furnitur sejak berbilang tahun. “Makanya begitu lulus, saya bergabung dengan perusahaan furnitur sepupu saya. Setelah beberapa tahun, saya mencoba usaha sendiri.” Karena hasratnya pada dunia kuliner begitu menggelegak, Lucky memberanikan diri ikut MCI. “Saya berhenti bekerja dan fokus di sini. Syukur, hasilnya sepadan,” jelas Lucky.

Soal hobi memasak, dalam penjelasan Lucky sudah dilakukannya sejak kelas 3 SD. “Masakan pertama saya adalah telur dadar campur saus tomat dan kecap. Hasilnya? Enak,” kata Lucky terkekeh. Dari situ dia mengembangkan minatnya. “Pasalnya saya suka makan, keluarga juga suka makan. Kalau nanti ada VT pulang kampung, bisa dilihat kalau badan anggota keluarga saya besar-besar,” jelas Lucky dengan tawa berderai.

Hanya saja, Lucky sejak awal sudah mengambil jalur berbeda. “Karena nenek, ibu, tante saya semuanya ahli masakan Indonesia, saya tertarik untuk mencoba masakan asing. Pikir saya, ngapain belajar masakan Indonesia kalau semua orang sudah bisa melakukan,” ulasnya. Tak dinyana, kebiasaan itu terbawa hingga saat Lucky kuliah di Australia. “Di sana saya mencoba banyak masakan dan sering bertelepon dengan nenek saya untuk mencari tahu resep andalannya,” kenang pemilik nama Lucky Andreono ini.

Gelar Papa Bear dan Tragedi Fero
Lucky masih tidak menyangka bisa masuk babak 2 besar. “Perasaan saya jelas senang, enggak menyangka banget. Target saya awalnya 15 besar, naik lagi jadi 10 besar. Ketika masuk 5 besar memakai jaket chef, saya pengin mendapat gelar juara,” katanya antusias. Gelar juara dan hadiah tidak sebanding dengan pengalaman yang didapat. “Di Galeri MasterChef, saya bisa belajar dari para chef master hebat dan bisa  mendapat nama. Ini promosi yang tak ternilai harganya,” terang Lucky.

Akan tetapi berkompetisi dengan rekan-rekannya di MCI juga merupakan bagian terbaik. “Kami tidak cuma saling bersaing menunjukan kemampuan terbaik, tapi juga berkawan baik.” Dari situ juga panggilan Papa Bear ditujukan. “Sebenarnya panggilan itu sudah ditujukan kepada saya sejak kuliah, karena badan saya besar dan suka menerima curhat. Eh di MCI semua kembali memanggil saya dengan sebutan itu. Awalnya karena Priscil,” ingat Lucky.

Bukan berarti semuanya mulus-mulus saja. Lucky juga pernah kena hardik banyak penggemar MCI, karena terlibat dalam tragedi eliminasi Fero. “Yang orang lihat hanya bagian akhirnya saja. Padahal semua itu ada prosesnya dan karena saya berada di situ, mau tidak mau saya terlibat. Tapi syukurlah hubungan saya dengan Fero masih baik. Setidaknya saya masih berbicara dengan Fero dan Fero mengaku cukup tersanjung ditakuti para pria,” jelas Lucky.

Predikat finalis MCI dipergunakan Lucky sebaik mungkin. “Saya senang setidaknya bisa memiliki modal materi dan citra.“ Lucky telah melihat sejumlah peluang untuk masa depan. “Saya berniat membuat resto sendiri. Konsepnya easy dining. Sekarang ini banyak orang ingin makan enak harus mengeluarkan uang banyak, namun tidak kenyang. Seperti pengalaman saya kalau makan di restoran sejenis itu, pulang-pulang pasti lapar dan ujunga-ujungnya beli martabak manis dan martabak telur. Saya pengin buat resto yang harganya terjangkau, enak, dan pulangnya pengunjung kenyang,” harap Lucky.

Selain itu Lucky berambisi untuk memiliki acara sendiri. “Temanya juga tidak sama dengan acara lain. Saya tidak ingin memasak di dapur studio atau alam. Saya justru ingin mendatangi dapur masyarakat awam. Di sana pasti akan menemukan banyak tantangan. Ada yang peralatannya mungkin canggih seperti di hotel, tapi pasti ada yang sederhana. Nah, intinya saya ingin memberi tahu, apa pun bentuk dapurnya, kita tetap bisa memasak dengan enak,” urai Lucky

Selamat ya Mas Lucky…. Wong Malang reeeeek *melok bangga*

About Pipiw

http://pipiw.wordpress.com http://vividamayanti.com http://tupperwarepromoindonesia.com

Posted on 23 Agustus 2011, in Favorit and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: