Menggunakan tenaga kerja dari Panti Asuhan
Selamat siang rekan2 bisnis smart. Saya ingin bercerita sedikit mengenai bisnis
yang sedang saya jalankan. Kurang lebih sebulan kemarin, saya membeli alat/mesin
pendaur ulang kertas dan plastik. Memang tujuan utama dalam pembuatan bisnis
adalah Profit. Namun dalam bisnis yang sedang saya kembangkan ini, saya juga
memiliki beberapa tujuan sosial. Namun disinilah justru pokok permasalahan
bermula.
Karena saya memiliki cukup banyak mesin, jadi membutuhkan tenaga kerja yang
tidak sedikit. Dalam hal ini saya bekerja sama dengan panti asuhan yatim-piatu
di surabaya untuk menjadi tenaga kerja di pabrik yang saya kelola. Alasan
bekerjasama dengan panti asuhan adalah karena mengingat saat ini mencari
pekerjaan yang cukup susah, jadi saya ingin mendahulukan untuk menolong teman2
yang sangat membutuhkan. Tapi kok ternyata, setelah satu bulan berjalan anak2
panti asuhan yang bekerja ditempat saya ini kok malas semenjak hari pertama
bekerja. Saya pikir hal tersebut mungkin memang karena anak2 tersebut mayoritas
lulusan SMK/SMA sederajat, jadi belum terbiasa bekerja. Tapi setelah sebulan
bekerja, anak2 dari panti asuhan tersebut bekerja dengan buruk sekali, mereka
malas2an, dan tidak ada perubahan selama sebulan bekerja. Mereka hanya bisa
menyelesaikan 10% dari target yang harusnya, yang mana 1 hari seharusnya dapat
mengelola / mendaur ulang 50 Kg bahan baku
limbah plastik, namun mereka hanya mampu mengelola 5 Kg per harinya.
Lalu saya menanyakan mengapa mereka bersikap malas2an bekerja seperti ini?
sehingga tidak dapat memebuhi target harian. Ternyata saya mendapatkan jawaban
yg membuat saya sangat shock. Mereka menjawab, “Ngapain Pak saya harus bekerja
seperti ini, wong setiap bulan saya sudah mendapatkan santunan dan bahan pangan
yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan untuk keluarga saya yang
masih tersisah dari panti asuhan”. Saya sampai tidak habis pikir dengan pola
pemikiran anak2 panti asuhan ini, mengapa mereka mengandalkan hal2 seperti itu.
Mengapa mereka tidak berusaha untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri
dan menjadi manusia yang mandiri.
yang ingin saya tanyakan pada rekan2 bisnis-smart adalah,
1. Apakah sebaiknya saya memberhentikan anak2 dari panti asuhan ini dan
mengganti dengan pekerja / buruh pabrik / orang2 yang lebih membutuhkan
pekerjaan?
2. Atau mungkin hal ini hanya terjadi pada anak2 di Panti asuhan ini saja, tidak
ditempat lain? Sehingga saya bisa menolong teman2 di panti asuhan lain untuk
mendapatkan pekerjaan! mungkin ada referensi panti asuhan dari rekan2?
3. Bagaimana caranya agar saya bisa memotivasi anak2 panti asuhan tersebut agar
mereka mau bekerja dengan giat dan menjadi manusia yang mandiri, sehingga tidak
menggantungkan pada sumbangan atau bantuan dari orang lain?
Mungkin ada rekan2 yang pernah memiliki pengalaman seperti ini sebelumnya bisa
berbagi dengan Saya. Atau mungkin ada yg ingin memberikan saran, kritik, atau
opini, Sebelumnya saya sampaikan terima kasih.
Semangat dan Sukses,
Mahaindra Adi Pramana, Surabaya
Ternyata gak selalu niat baik kita ditanggapi dengan baik, ya
Pak..
Saya juga mo sharing pengalaman nih..
Perusahaan tempat saya bekerja sering menyumbang ke beberapa panti
asuhan, tidak berupa uang tetapi buku-buku, perbaikan atap yang
rusak, dibelikan sepatu, membayar spp dll…
Suatu saat saya mendapatkan informasi tentang suatu panti asuhan
yang dikelola Dinas Sosial, yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Maka saya dan beberapa rekan berkunjung kesana. Memang kondisinya
sangat menegnaskan, selain bangunan yang kotor dan tidak terawat,
ternyata panti asuhan tersebut untuk anak-anak yang sudah cukup
dewasa (SMP dan SMA) dan laki laki serta perempuan kamarnya
berdekatan.
Akhirnya kami memberikan bantuan berupa tanaman (untuk membuat taman
yang segar dan sehat), alat2 kebersihan, memperbaiki dinding dan
atap, serta membayar SPP yang katanya udah nunggak selama 6 bulan
(informasi dari pihak sekolah).
Tapi apa yang kemudian terjadi, tidak lama kemudian, tempat tersebut
kembali kotor berdebu, dan sangat2 tidak terawat..
Saya mendapatkan info dari teman di suatu yayasan sosial, bahwa
mereka pernah memberikan dana ke beberapa panti asuhan dan HARUS
dipergunakan untuk usaha… tapi hanya panti asuhan ini yang tidak
mempergukakannya, panti lain ada yang berjualan kue, jualan koran,
atau membuka usaha lain…
Kemudian terjadi kasus, dimana anak2 ini protes kepada pengelola
panti karena merasa tidak diperlakukan dengan baik (makanan sering
kurang dll), mereka minggat dan lapor ke balai kota. Kemudian mereka
ditampung dipanti lain yang terkenal sebagai pekerja keras, yang
anggota pantinya bekerja di panti jompo, buka toko, atau menanam
sayur dan buah di kebun panti, dan ada yang berjualan sayur dan buah
tersebut di pasar… tapi… karena kemalasan mereka, mereka tidak
betaj di panti yang baru, dan kemudian bersama sama kembali ke panti
lama yang kondisinya udah mau ambruk..
*nggak bisa ngomong lagi dah…*
memang tidak semua anak panti asuhan seperti mereka, tapi
kecenderungan hanya menadahkan tangan dan tidak mau bekerja, sudah
berurat akar…
Nggak hanya anak2 panti, waktu itu panti yang bersangkutan akan
diambil alih oleh yayasan (swasta) lain yang cukup maju, tapi
pengelola panti menolak… kenapa? ya… mereka mendapatkan
keuntungan dari sumbangan2 itu, dan menghidupi keluarga mereka dari
sumbangan2 donatur…
soal kesejahteraan anak-anak panti dan masa depan mereka… ya masa
bodo…
jadi?
Salam,
Vivi
Posted on 26 Februari 2008, in Bisnis Smart, my thoughts, TDA. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Memang mengelola panti asuhan tidak hanya jujur tetapi harus cerdas, di panti asuhan kami di sidoarjo, anak yatim (santri) tidak kami manjakan, mencuci baju,priring dilakukan sendiri oleh mereka, ada kewajiban yg harus mereka lakukan, uang saku sehari 4000, harus ditabung dipengurus sebesar 2000. silahkan kunjungji panti asuhan yatim piatu dan dhu’afa’ al-muttahdidin, Desa balongdowoi candi sidorjo. telp 8957178
Saya anak purnah asuh panti asuhan di sidoarjo, saya ingin sekali mandiri, saya kira pengabdian saya sudah cukup lama dipanti.. Jadi saya ingin bekerja dan keluar dari panti..
assalamualaikum … saya seorang wiraswastawan kecil2an yg bergerak di bidang percetakan yang sedang mencari tenaga kerja … sebelumnya saya sudah memiliki tenaga kerja tapi saya mengalami pengalaman yg sama dgn cerita diatas,ternyata orang2 yg bekerja utk saya hanya orang yg malas yg tidak mau melewati proses dari sebuah pencapaian sblm akhirnya menikmati hasil dr pencapaian tersebut … sudah beberapa kali saya gonta ganti tenaga kerja sampai akhirnya terpikir oleh saya utk mencari tenaga dr sebuah panti asuhan … barangkali dr beberapa rekan2 diatas punya referensi sebuah panti asuhan atau orang2 yg membutuhkan pekerjaan bisa memberikan informasinya kepada saya … saya tidak mencari yg sudah berpengalaman di bidang usaha yg saya jalani, karena akan disediakan pelatihan … domisili saya di ciputat-tangerang selatan … trima kasih.