Arsip Bulanan: Februari 2008
Menggunakan tenaga kerja dari Panti Asuhan
Selamat siang rekan2 bisnis smart. Saya ingin bercerita sedikit mengenai bisnis
yang sedang saya jalankan. Kurang lebih sebulan kemarin, saya membeli alat/mesin
pendaur ulang kertas dan plastik. Memang tujuan utama dalam pembuatan bisnis
adalah Profit. Namun dalam bisnis yang sedang saya kembangkan ini, saya juga
memiliki beberapa tujuan sosial. Namun disinilah justru pokok permasalahan
bermula.
Karena saya memiliki cukup banyak mesin, jadi membutuhkan tenaga kerja yang
tidak sedikit. Dalam hal ini saya bekerja sama dengan panti asuhan yatim-piatu
di surabaya untuk menjadi tenaga kerja di pabrik yang saya kelola. Alasan
bekerjasama dengan panti asuhan adalah karena mengingat saat ini mencari
pekerjaan yang cukup susah, jadi saya ingin mendahulukan untuk menolong teman2
yang sangat membutuhkan. Tapi kok ternyata, setelah satu bulan berjalan anak2
panti asuhan yang bekerja ditempat saya ini kok malas semenjak hari pertama
bekerja. Saya pikir hal tersebut mungkin memang karena anak2 tersebut mayoritas
lulusan SMK/SMA sederajat, jadi belum terbiasa bekerja. Tapi setelah sebulan
bekerja, anak2 dari panti asuhan tersebut bekerja dengan buruk sekali, mereka
malas2an, dan tidak ada perubahan selama sebulan bekerja. Mereka hanya bisa
menyelesaikan 10% dari target yang harusnya, yang mana 1 hari seharusnya dapat
mengelola / mendaur ulang 50 Kg bahan baku
limbah plastik, namun mereka hanya mampu mengelola 5 Kg per harinya.
Lalu saya menanyakan mengapa mereka bersikap malas2an bekerja seperti ini?
sehingga tidak dapat memebuhi target harian. Ternyata saya mendapatkan jawaban
yg membuat saya sangat shock. Mereka menjawab, “Ngapain Pak saya harus bekerja
seperti ini, wong setiap bulan saya sudah mendapatkan santunan dan bahan pangan
yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan untuk keluarga saya yang
masih tersisah dari panti asuhan”. Saya sampai tidak habis pikir dengan pola
pemikiran anak2 panti asuhan ini, mengapa mereka mengandalkan hal2 seperti itu.
Mengapa mereka tidak berusaha untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri
dan menjadi manusia yang mandiri.
yang ingin saya tanyakan pada rekan2 bisnis-smart adalah,
1. Apakah sebaiknya saya memberhentikan anak2 dari panti asuhan ini dan
mengganti dengan pekerja / buruh pabrik / orang2 yang lebih membutuhkan
pekerjaan?
2. Atau mungkin hal ini hanya terjadi pada anak2 di Panti asuhan ini saja, tidak
ditempat lain? Sehingga saya bisa menolong teman2 di panti asuhan lain untuk
mendapatkan pekerjaan! mungkin ada referensi panti asuhan dari rekan2?
3. Bagaimana caranya agar saya bisa memotivasi anak2 panti asuhan tersebut agar
mereka mau bekerja dengan giat dan menjadi manusia yang mandiri, sehingga tidak
menggantungkan pada sumbangan atau bantuan dari orang lain?
Mungkin ada rekan2 yang pernah memiliki pengalaman seperti ini sebelumnya bisa
berbagi dengan Saya. Atau mungkin ada yg ingin memberikan saran, kritik, atau
opini, Sebelumnya saya sampaikan terima kasih.
Semangat dan Sukses,
Mahaindra Adi Pramana, Surabaya
Ternyata gak selalu niat baik kita ditanggapi dengan baik, ya
Pak..
Saya juga mo sharing pengalaman nih..
Perusahaan tempat saya bekerja sering menyumbang ke beberapa panti
asuhan, tidak berupa uang tetapi buku-buku, perbaikan atap yang
rusak, dibelikan sepatu, membayar spp dll…
Suatu saat saya mendapatkan informasi tentang suatu panti asuhan
yang dikelola Dinas Sosial, yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Maka saya dan beberapa rekan berkunjung kesana. Memang kondisinya
sangat menegnaskan, selain bangunan yang kotor dan tidak terawat,
ternyata panti asuhan tersebut untuk anak-anak yang sudah cukup
dewasa (SMP dan SMA) dan laki laki serta perempuan kamarnya
berdekatan.
Akhirnya kami memberikan bantuan berupa tanaman (untuk membuat taman
yang segar dan sehat), alat2 kebersihan, memperbaiki dinding dan
atap, serta membayar SPP yang katanya udah nunggak selama 6 bulan
(informasi dari pihak sekolah).
Tapi apa yang kemudian terjadi, tidak lama kemudian, tempat tersebut
kembali kotor berdebu, dan sangat2 tidak terawat..
Saya mendapatkan info dari teman di suatu yayasan sosial, bahwa
mereka pernah memberikan dana ke beberapa panti asuhan dan HARUS
dipergunakan untuk usaha… tapi hanya panti asuhan ini yang tidak
mempergukakannya, panti lain ada yang berjualan kue, jualan koran,
atau membuka usaha lain…
Kemudian terjadi kasus, dimana anak2 ini protes kepada pengelola
panti karena merasa tidak diperlakukan dengan baik (makanan sering
kurang dll), mereka minggat dan lapor ke balai kota. Kemudian mereka
ditampung dipanti lain yang terkenal sebagai pekerja keras, yang
anggota pantinya bekerja di panti jompo, buka toko, atau menanam
sayur dan buah di kebun panti, dan ada yang berjualan sayur dan buah
tersebut di pasar… tapi… karena kemalasan mereka, mereka tidak
betaj di panti yang baru, dan kemudian bersama sama kembali ke panti
lama yang kondisinya udah mau ambruk..
*nggak bisa ngomong lagi dah…*
memang tidak semua anak panti asuhan seperti mereka, tapi
kecenderungan hanya menadahkan tangan dan tidak mau bekerja, sudah
berurat akar…
Nggak hanya anak2 panti, waktu itu panti yang bersangkutan akan
diambil alih oleh yayasan (swasta) lain yang cukup maju, tapi
pengelola panti menolak… kenapa? ya… mereka mendapatkan
keuntungan dari sumbangan2 itu, dan menghidupi keluarga mereka dari
sumbangan2 donatur…
soal kesejahteraan anak-anak panti dan masa depan mereka… ya masa
bodo…
jadi?
Salam,
Vivi
Laporan TDA Ngalam Action : SEO dan Internet Marketing Sharing
Resume Kegiatan kemarin 24-2-2008
Terima kasih saya ucapkan kepada :
1. Pak Amar selaku narasumber yg telah membagi/sharing hasil workshop Indonesian Bootcamp yg nilainya jutaan kepada kami member TDA Ngalam.
2. Pak Agung dan Mas Donnie. Yang sehari sebelumnya sempat YM! Conference untuk mencari solusi action kita kali ini, karena ga ada kabar dari Pak Herru Potter
3. Kelompok Mastermind TDA NGalam2, Mas Dona, Mas Ayiex, Erwin, yang mengingatkan saya dan mendukung acara kita kali ini
4. Rekan2 TDA yang penuh semangat, Mas Dendik (rumahnya jauh..), Pak Juanda (ide nya tajam sekali), Mas Andi Eko (atas sharing2nya di Google Adsense), Pak Prima (akhirnya hadir di acara TDA), Pak Tito (atas dokumentasi yang SELALU bagus)
Pak Agung dan Pak Amar hadir tepat jam 15:30, disusul oleh Mas Andi Eko, Pak Prima, dan kemudian yang lain2…
Seru sekali pembahasannya. Ternyata untuk membangun Internet Marketing untuk bisnis kita (asli) gak gampang!
ada cara-cara tertentu, meliputi riset, pendalaman produk kita dan pemahaman teknis website.
Seperti ternyata membangun website, biasanya orang dimulai dari membuat aplikasi dan menarik, lalu susunan website sing apik, bagu kita memikirkan marketing dan pengenalan website kita keluar.
Menurut materi yang disampaikan pak Amar… wah kebalik tuh!!, seharusnya dibangun dulu konsep yang jelas, tajam dan detil, kemudian riset dan juga sosialisasi kepada pengguna, marketing (Brand aware), dan kemudian baru menuju ke infrastruktur dan aplikasi…
Juga punya website yang menjual harus menarik, dan membuat orang betah di website kita ( rata-rata pengguna hanya mengunjungi website 0-30 detik! wah… kalo cuma bentar gimana orang bisa beli produk yang kita jual?)
Kalo orang udah tertarik, dan orang tersebut melakukan pembelian produk kita, dan kita harus maintain orang tersebut supaya loyal dengan website kita. Dan juga harus terus diupdate, dan dibuat terus menerus attractive… supaya pelanggan kita ga lari…
Soal SEO (Search Engine Optimization), kita juga harus jeli mengamati (riset), keywords apa aja yang familiar dan memakai nilai jual tinggi untuk dipakai di website kita. Kalau website kita muncul di urutan pertama ketika orang mengetikkan keywords, wah bagus tuh…
Oh iya, soal konten website, penting sekali, menurut pengalaman beberapa rekan, kita tidak hanya menuliskan apa yang kita sukai, tapi juga apa yang orang cari, dan isi harus konsisten, baru website kita bisa “menjual”
Presentasi Pak Awar selesai pukul 17:30, dilanjutkan dengan Ngopie dan Makan Sandwich Bakar, dan tanggapan serta sharing pengalaman terus berlanjut…
Acara selesai pukul 19:00 setelah foto2 oleh Pak Tito , dan sebagian (Mas Donnie, Mas Dona, Erwin, Mas Ayiek, Pak Tito) melanjutkan diskusi sampai jam 20:30
Hebat. Seru. Dahsyat.
Kesan saya, sederhana, praktis, dan keren
TDA Ngalam Action : SEO dan Internet Marketing Sharing
Sebelum resume kegiatan kemarin, dibawah ini postingan saya di TDA
pusat. Seperti kata Pak Agung dan Mbak Dyah, narsis dikit gpp, kan?
Rekan-rekan TDA,
TDA Ngalam Action (lagi) !
Setelah mengadakan workshop dengan Pak Isdiyanto tanggal 10 Februari
kemarin, dan dilanjutkan dengan terbentuknya Mastermind Group TDA
Ngalam2 (yang sudah mengadakan action pula)
maka kemarin, 24 Februari 2008, kami mengadakan acara, yaitu
SEO dan Internet Marketing Sharing
Tema : Internet Marketing untuk Bisnis
Pembicara : Pak Amar, Owner PT LinkMedia
Pukul 15.30 – 19.00, dilanjutkan dengan diskusi sampai dengan 20.30
Tempat : KaPeBe (Kedai Pancake Bakar) Sumbersari
Jl. Sumbersari 285 C Malang
Peserta mulai datang tepat waktu (pukul 15:30), dan acara dilaksanakan
dengan suasana akrab, lesehan sambil minum kopi item.. dan makan
sandwich bakar…
Peserta yang mendaftar hadir semua dan berlatar belakang bisnis yang
berbeda, yaitu Pak Agung Firdaus (IT), Mas Donnie (IT), Mas Andi Eko
(IT), Pak Juanda (Jualan Laptop Second), Mas Dendik (IT), Mas Ayiex
(barang second, dan berbagai bidang usaha lain), Erwin (Produsen Smart
Gel), Pak Prima (IT), Mas Dona (Laundry), Pak Tito (Anggrek) dan saya, Vivi (Food, dan jualan barang second di internet)
Seperti kegiatan2 TDA Ngalam yang lain, setiap pertemuan selalu
dilanjutkan dengan follow up, dan tidak pernah berhenti pada hari itu
saja.
Salam TDA,
Mastermind TDA Ngalam Group2
22 Februari 2008
Di tengah guyuran hujan yang (sangaaaaatttt…) deras, Mastermind TDA
Ngalam2 dilaksanakan.
Hebat nih rekan2… apalagi mas Ayiex’s yang dateng no 1. Hujan deres, jalanan disekitar banjir rek… Gara-gara saya pake kacamata juga engga gituh kelihatan jalan deh… saya telat setengah jam (maap…)
Yang hadir saya, Mas Ayiex, Mas Dona, dan dd Erwin. Seperti topik semula mastermind kali ini tentang plus minus bisnis masing2, dan
solusinya…
Tak disangka Mas Ayiex ternyata luas banget pengetahuannya karena
pernah menjalani berbagai macam bisnis, sehingga kita sharing soal
Google Adsense (wah hebat mas Ayiex), Peternakan kelinci dan bisnis
daging kelinci (Mas Ayiex bahkan masih nyimpen kandang kelincinya
nya), Dagang Sayur, Bisnis Pulsa.. sampe sampe muncul anggapan wah,
Mas Ayiex nih mbah google berjalan…
Mas Dona, sharing tentang bisnis laundrynya dan franchise
Primagamanya. Solusi dilontarkan saat mas Dona menghadapi permintaan
pelanggan yang macem macem, dari sistem abonemen laundry, cuci pakaian
bayi, sampe cuci karpet dan boneka..
Erwin yang lagi booming nih bisnis Smart-Gelnya, malah melontarkan
keinginan berbisnis kelinci.. yang ditanggapi asyik oleh Mas Ayiex.
Dan Erwin neh juga muncul ide jadi tutor fisika di Primagama.. wah ini
disambut hangat oleh Mas Dona, karena trendnya tutor harus masih muda
dan fresh graduate, apalagi good looking hehehe… (pas nih win…)
Sharing bisnis pulsa juga dilontarkan, karena saya baru mulai jualan 2
minggu ini, sementara hasilnya terus meningkat dan mendukung usaha
KaPeBe juga… Mas Dona mengusulkan agar dibuat papan nama yang lebih
gede seperti punya Pak Rinto
karena dari jauh ga kelihatan, suka kelewat deh customernya ![]()
Mastermind berakhir pukul 22.30 malem.. wih…
Salam Mastermind,
Salam TDA
Salam Dahsyat
Vivi
Oh iya, ada tambahan.
Seharusnya ada Pak Rahmad dan Pak Rinto. Tapi Pak Rahmad lagi ga enak
badan… dan Pak Rinto kayaknya masih di luar kota sibuk roadshow
Bakso Nyus nya. Sempet ngobrol dengan saya via YM beberapa hari lalu,
dan posisi masih di Yogya.
RBDSAP = The Ultimate TDA Success Formula
ke 6 Success Formula itu adalah:
R eason (alasan yang kuat)
B elief (keyakinan diri yang positif dan mendukung)
D reams (impian yang tinggi dan jelas)
S trategy (terkait dengan penguasaan ilmu how to)
A ction (sudah pasti, tanpa action, nothing happen)
P ray (doa, sikap pasrah, ikhlas, bersyukur dan bersandar kepada kekuatan
Allah).
Bagi member yang masih mengalami masalah dalam bisnisnya, dengan mengacu kepada RBDSAP ini akan dengan mudah mengetahui di mana letak kelemahannya dan segera mencari solusinya.
Daftar Referensi Buku Wajib Member TDA:
Adam Khoo: Master Your Mind, Design Your Destiny, Secrets of Selfmade
Millionaire
Brad Sugars: Seri Instant Business, Billionaire in Training
Erbe Sentanu: Quantum Ikhlas
Anthony Robbins: Unleash The Power Within, Awaken The Giant Within
The Secret (DVD dan Buku): Rhonda Byrne
Attractor Factor: Joe Vitale
Meet and Grow Rich: Joe Vitale (untuk mastermind)
Robert Kiyosaki: Richdad Series
Robert Allen, Mark V Hansen: One Minute Millionaire
Michael Masterson: Seven Years to Seven Figures
Roger Hamilton: Wink and Grow Rich, Your Life Your Legacy
Stephen Covey: The Seven Habits of Highly Effective People, First Thing First, The 8th Habit
