Arsip Bulanan: Januari 2008

Kurikulum TDA

Untuk mengingatkan diri saya sendiri, saya memposting tulisan tentang Kurikulum TDA di sini.

Mengingatkan diri sendiri untuk terus melangkah ke depan, dan terus menjadi lebih baik dengan dukungan komunitas TDA. dan tentunya menjadi TDA-ers yang baik

Semua kegiatan dalam komunitas TDA mengacu pada sebuah kurikulum yang disingkat DSA (Dream-Strategi-Action) yang satu sama lain tak terpisahkan dan sama pentingnya.

DREAM

Tujuannya adalah untuk memetakan tujuan/goal dari usaha yang dilakukan, apa yang menjadi keinginan kita agar tercapai. Laksana paku yang tertancap di dinding di depan, agar kita tetap fokus dan sebagai affirmasi (penguatan tujuan).

Kegiatan yang masuk kurikulum ini adalah perubahan mind-set yaitu perubahan dari pola pikir sebagai karyawan menjadi pengusaha yang sudah sama2 kita tau jauh beda terutama mengenai ‘comfort-zone’ dan daya tahan-nya. Dan sayangnya ini modal utama, karena mind-set lah sebagai penentu awal kesuksesan seorang pengusaha.

Bentuk kegiatannya lebih untuk mengisi otak kita atau ke arah spritualitas. Contoh kegiatan yang pernah dialksanakan adalah :
- Nonton bareng film The Secret
- Bedah buku Master Your Mind Design Your Destiny-nya Adam Khoo
- Seminar Luck Factor
- Bedah buku Quantum Ikhlas by Erbe Sentanu (terbaru)
- Termasuk didalamnya pengajian yang diselenggarakan TDA Qolbun Salim secara rutin.

STRATEGY

Tujuannya untuk memikirkan dan memilih usaha apa yang hendak dilakukan untuk membuat nyata mimpi tersebut bagi yang belum punya usaha (TDA=to do action). Bagi yang sudah punya usaha, apa yang harus dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan usahanya (TDA=take double action).

Ibarat tali yang diikat pada paku yang sudah kita tancapkan tadi, diharapkan bisa menjaga konsitensi kita agar gak salah arah, gak nyasar, ada ‘guide’-nya. Tetap fokus, istiqomah. Ini hal terberat kedua karena keberhasilan seorang pengusaha adalah kesabaran dan ketabahannya. Yang mampu cepat bangkit jika mengalami ‘proses pembelajaran’.

Bentuk kegiatan contohnya kebanyakan adalah yang bekerjasama dengan Action Bussiness Coach (ABC) yang dulu Action International, merupakan pelatihan bisnis yang didirikan Brad Sugar.
- Main bersama Leverage Game
- Seminar 5 Ways to Increase Your Profit
- Seminar 6 Steps for Better Bussiness
- Bussiness Coaching
- Termasuk kegiatan Mastermind, TDA Bussiness Conference, TDA Bussiness Clinic dan TDA Resource

ACTION

Nah ini mah gak usah panjang lebar lah penjelasannya. Udah pasti yang paling utama, penting, inti dll. Yang paling berat tapi semua diatas gak ada apa2nya klo gak dijalankan. Paku yang ditancapkan dan tali yang diikatkan gak ada gunanya klo kita gak melangkah, di step pertama.

Knowledge is Important but Applied Knowlede is More Important … Words Can Inspire, Thoughts Can Provoke, But Only “Action” Brings You Closer To Your Dreams … Take Action Miracle Happen, No Action Nothing Happen … adalah kata2 yang sering didengungkan Jendral TDA, para Panglima dan provokator. Dan sudah banyak yang membuktikannya.

Disinilah dibentuk TDA interest grup seperti TDA IT, TDA Internet Marketing, TDA Properti dll dengan harapan member bisa menemukan, berdikusi pada bidang bisnis yang sama untuk kemudian ‘take action’.

Dengan banyaknya informasi beragam yang berseliweran, member terutama yang baru bisa segera menangkap kebutuhannya, memfilter sesuai keinginan dan interest-nya. Mau tau tentang Dream, baca postingan pak Fauzi, pak Yusef, pak Ikhwan, pak Wuryanano, pak Bayu Gawtama dll, ikuti kegiatan yang terkait. Mau tau tentang Strategy, baca postingan pak Ryad Kusuma, pak Rosihan dll terutama yang berkenaan dengan marketing, detail retail dll, ikuti mastermind. Mau tau tentang Action baca postingannya pak Hadi sang provokator sejati, juga pak Faif, mbak Roess, mbak Doris dll. Selain tentu postingan2 lain dari para founder dan member yang bermanfaat. Dan tentu ikuti kegiatan2 TDA yang sudah pasti non-profit, meminimalisir biaya, jika perlu gratis Contoh bisa dibandingkan ikut seminar Quantum Ikhlas-nya pak Erbe Sentanu yang Rp. 2.5 juta per orang dengan TDA yang maksimal Rp. 100 ribu :) atau Leverage Game yang untuk umum Rp. 350 ribu tapi TDA hanya Rp. 150 ribu.

Q:
1. Bagaimana semua TDA interest group (saya sebut begitu) saling bersinergi untuk mencapai visi & misi tersebut. Road map nya kayak apa sih…….

A:
Sinergi yang paling banyak ditemukan adalah sinergi individu usaha masing2. Contoh pak Hadi yang memberikan kemudahan kepada member yang berminat pada produknya atau pada acara seminar yang menyediakan konsumsi dari TDA Food dan EO nya TDA EO serta diselenggarakan oleh TDA Property. Road map secara kaku tidak ada karena TDA sendiri belum berbentuk badan hukum, organisasi atau apapun. Tidak ada struktur organisasi-nya, hanya komunitas. Namun terus diupayakan agar ter-koordinasi dengan baik dan ada penanggungjawabnya.

Q:
2. Apakah bisa di share schedule dari pertemuan2 TDA interest group itu di milis ini, misalnya dalam bentuk calendar event dan bisa diakses semua orang. Saya ambil contoh TDA Finance. Bagaimanakah sifat keanggotaan TDA Finance ?? Terbuka/tertutup. .?? Karena saya ingat ada yang kirim email via milis untuk janjian ketemuan TDA Finance di Gedung BNI (saya lupa yang kirim siapa saking banyaknya e-mail yang masuk tiap hari) dan dari e-mail tersebut sepertinya TDA Finance ini sudah cukup established (perspesi saya). Begitu juga TDA2 lainnya….

A:
Sangat tergantung pada TDA interest grup terkait. Contoh TDA IT sering mengadakan kerjasama tender, dan hal ini tidak di posting di milis utama TDA. Informasi mengenai kegiatan biasanya ada di milist seperti tawaran buka kios sepatu bareng atau pertemuan mastermind Jakarta Timur. Sifat keanggotaan TDA Finance adalah tertutup karena merupakan wadah bagi para aktivis-nya, yang bersedia mengurus dan menjadi penanggungjawab-nya. Tujuan TDA Finance sendiri adalah Insya Allah untuk menyediakan bantuan permodalan bagi member. Jadi bukan wadah untuk member yang bergerak atau berminat pada bidang bisnis Finance. Sama halnya dengan TDA EO, TDA Peduli, TDA Qolbun Salim, TDA Media dan TDA Resource.

Q:
3. Apakah ada contact person untuk masing2 interest group itu sebagai tempat bertanya dan diskusi sehingga model coaching clinic via e-mail bisa berjalan. Pertanyaan ini muncul agar setiap orang bisa efektif mencari informasi sesuai interestnya dan dengan mudah bisa mengetahui siapa yang bisa dijadikan partner diskusinya.

A:
Karena masih berbentuk komunitas dan tanpa ada struktur organisasi maka otomatis kepengurusan interest grup TDA adalah sukarela. Artinya ditodong oleh Jendral TDA untuk menjadi contact person sehingga bisa jadi ada lebih dari 1 orang yang menjadi contact person. Contoh TDA Qolbun Salim digawangi oleh pak Hantiar, pak Dwi dan pak Hidayat, belakangan masuk pak Syam (membuktikan bahwa masih terbuka lowongan bagi yang berminat menjadi pengurus). TDA IT berada dibawah koordinasi pak Iim, TDA Finance oleh pak Asep, TDA Edu oleh mbak Mutia, TDA Peduli oleh Anria, TDA Food oleh mbak Roess, TDA Properti oleh pak Tatang dll. Insya Allah akan dibentuk susunan yang lebih rapi lengkap dengan data2 pendukung.

Q:
4. Sekedar usulan pak moderator, mungkin dengan meniru milis migas indonesia, disitu ada presentasi singkat tentang milis migas indonesia, apa saja infrastruktur yang mereka miliki, setiap sub milis ada contact poersonnya, apa target mereka ke depan dll dll…..sehingga kami anggota baru ini bisa mengambil & memanfaatkan informasi secara tepat guna (mungkin gak perlu sampai secanggih itu ya…??)

A:
Saya sudah dapat gambaran milis migas dari mas Anton Witono yang juga member TDA dan menurut saya memang bagus. Semoga kami bisa ATM-kan yang bagus2nya ya :) .

Kesimpulan :
TDA adalah komunitas bisnis.
TDA adalah jaringan kerja.
TDA adalah action dan sharing oriented.
Menghindari banyak diskusi dan teori.
Keikhlasan memberi dan silahturahmi adalah kekuatan TDA.
Milis hanyalah sebagai sarana kemudahan komunikasi dan penyebaran informasi.
Tidak ada kopdar karena bisa setiap bulan, minggu bahkan hari pertemuan offline.

note:

diambil dari blog pak Eko June http://ekojune.blogspot.com/2007/07/kurikulum-tda.html

TDA Ngalam

Hari ini saya mendapat undangan untuk bergabung di Komunitas TDA Ngalam .
Beberapa dari komunitas ini saya kenal seperti Pak Ambay dan Pak Arif.
Setelah semula bergabung dengan TDA Food dan TDA Pusat , semoga bergabungnya saya dengan TDA Ngalam ini menambah wawasan baru dan yang pasti teman2 baru juga…
Yang paling menarik menurut saya di TDA Ngalam ini adalah program Mastermind, seperti juga di TDA pusat
Berikut postingan dari Pak Agung Firdaus yang saya sertakan disini, waktu beliau menjawab pertanyaan saya tentang Mastermind TDA
Pendapat Les Brown (co-author buku Kekuatan Dari Fokus) mengenai kelompok mastermind:

“Kelompok mastermind kami terdiri dari lima orang. Masing-masing orang memiliki bisnisnya sendiri, terdiri dari industri yang berbeda-beda. Saat ini kelompok kami sudah empat belas tahun berkumpul. Kami tidak bersosialisasi banyak di luar pertemuan bulanan. Selama berkumpul semua orang pernah mengalami berbagai kesulitan dan menikmati berbagai prestasi. Topik diskusinya mencakup tantangan dan peluang bisnis yang ada; bagaimana caranya menciptakan presentasi yang efektif; di mana ibsa ditemukan modal ventura; dan bagaimana cara memecat karyawan kunci. Kami juga pernah mengalami kesulitan dalam pernikahan, masalah dengan anak remaja, persoalan kesehatan, krisis keuangan dan perubahan karir. Beberapa pertemuan kami pernah emosional, di mana air mata dikucurkan tanpa sungkan. Kami sekarang menikmati ikatan yang mengagumkan dan kekayaan mengetahui bahwa ketika siapa pun membutuhkan bantuan, empat orang siap dan mau memberikan bantuan segera. Sungguh posisi yang penuh kuasa. Waktu dan upaya yang dicurahkan benar-benar layak”.

Ajakan pembentukan mastemind dari sang Jendral TDA, pak Roni Yuzirman :

Pembentukan TDA Mastermind Group (kelompok pemikir utama) sudah saya utarakan sejak lama. Mungkin ada beberapa member yang ingat. Mastermind Group ini penting. Banyak orang sukses melakukannya. Pak Tung, Anthony Robbins, Mark Victor Hansen, semua punya kelompok mastermind.

Sebenarnya bagi yang muslim, hal ini bukanlah hal baru. Nabi Muhammad melakukannya pada masa awal dakwah. Istilahnya adalah halaqah atau liqa’. Kira-kira mirip seperti itu. Kalau di intelijen istilahnya adalah sistim sel. Bisnis MLM sebenarnya mengadopsi sistim dakwah nabi ini.

Tapi, jangan anggap enteng sistim sel ini. Dalam waktu singkat kota Mekkah dapat ditaklukkan karena berjalannya sistim ini. Fenomena PKS ‘menaklukkan’ Jakarta dan sebagian Indonesia juga karena efektifnya sistim ini. PKS bisa sukses karena sistim pengkaderan yang canggih ini. Hal ini kelihatannya mulai dicontoh oleh partai-partai lain.

Di TDA sendiri sistim kita sebenarnya mengacu ke sistim sel ini. Jadi, kita sebenarnya tidak mencari jumlah member yang banyak. Member yang sedikit saja tapi berkualitas. Sedikit tapi efektif dan kuat. Makanya kita selalu dorong interaksi sesama member dalam setiap kegiatannya.

Berikut ini akan saya kutip latar belakang dan urgensinya pembentukan kelompok mastermind dari bukunya Mark Victor Hansen dkk berjudul Kekuatan dari Fokus (halaman 182-185):

Mastermind Group, sesuai namanya, menuntut pemikiran bersama. Awalnya sudah ada sejak dulu. Socrates menikmati perdebatan seru dan peluang berbagi ide serta wawasan. Anggotanya idealnya adalah 5-6 orang yang ingin mengembangkan hubungan baik jangka panjang.

Maksud utama mastermind group adlah memberikan dukungan satu sama lain secara emosional, pribadi, maupun profesional. Dalam forum ini, anggota saling berbagi ide serta informasi, sekaligus mendiskusikan topik-topik berarti serta tantangan sehari-hari. Kalau anda pilih orang yang TEPAT, sistim dukungan yang mengagumkan ini bisa dinikmati bertahun-tahun. (Komentar saya: sistim ini sebenarnya sudah berjalan di komunitas TDA dalam forum milis).

Ada empat tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan konsep ini:
1. Pilihlah orang yang tepat.
Mulai dengan 1-2 orang dulu dan secara bertahap menambahnya. Juga ada baiknya memasukkan orang-orang yang mempunyai pengalaman sukses sejati dlam bisnis, atau telah mengatasi situasi-situasi pribadi yang menantang. Membernya dianjurkan dari industri yang berbeda. Campuran berbagai pengalaman serta latar belakang akan menambah kedalaman serta variasi.

2. Semua orang harus membuat komitmen.
Kelompok mastermind dirancang sebagai sistim dukungan jangka panjang. Ini bukanlah orang-orang sembarangan. Harus ada kesepakatan awal tentang kebijakan pemberhentian. Jangan sampai tercipta gejala “apel busuk dalam keranjang”, di mana seorang individu yang mengendalikan atau negatif itu mendominasi keseluruhannya.

Tingkat komitmen akan menentukan seberapa sukses kelompok mastermind ini jadinya. Komitmen menuntut kehadiran yang teratur, kesediaan untuk berpartisipasi, dan kesepakatan untuk merahasiakan apa pun yang diceritakan dalam kelompok.

Manfaat sesungguhnya akan terasa hanya ketika ada kepercayaan yang tinggi di dalam kelompok.

3. Putuskan kapan, di mana, seberapa sering dan berapa lama andna ingin berkumpul.
Dua tiga jam setiap bulannya adalah aturan yang baik, atau boleh lebih sering. Ada yang memilih waktu sarapan di tempat yang rileks, ada yang memilih wkatu makan malam selepas hair kerja. Kembali, beppulang kepada anda. Pilihlah lokasi di mana anda tidak terganggu oleh telepon, faks atau orang lain. Jadikanlah aturan untuk mematikan telepon seluler ketika sedang berkumpul. Jangan perlakukan kelompok mastermind ini sebagai rapat. Ini adalah waktu istimewa dengan orang-orang istimewa. Jadi, maksimalkanlah peluangnya untuk fokus kepada persoalan yang ada.

4. Apa yang dibicarakan?
Pilihlah pemimpin peran utamanya agar menjaga percakapan tetap berlangsung dan memberikan waktu yang sama bagi semua orang. Lalu ajukan pertanyaan: “Bagaimana kabarnya dengan kehidupan bisnis?”, dan “Bagaimana kabarnya dengan kehidupan pribadi?” Bergiliranlah (ini mirip WIFLE di Action Intl).

Pertanyaan baik lainnya adalah, “Apakah tantangan terbesar yang kamu hadapi sekarang ini?” Juga, diskusikanlah dan dukunglah sasaran-sasaran masing-masing. Inspirasikanlah semua orang untuk meraih apa yang mereka inginkan. Doronglah mereka untuk berpikir besar dan perkenalkanlah mereka kepada orang yang bisa mempercepat kemajuan mereka.

Terkadang anda mungkin perlu menyiapkan topik khusus. Ada baiknya juga kalau anda mencadangkan waktu bagi seseorang yang mempunyai kebutuhan khusus – krisis keuangan atau masalah kesehatan yang perlu diatasi. Situasi-situasi seperti itulah yang benar-benar menciptakan ikatan di antara kelompok mastermind. Manfaatkanlah peluang ini untuk membantu dengan cara apa pun untuk memecahkan persoalannya. Kalau timbul situasi mendesak, anda selalu dapat mengadakan pertemuan mendadak untuk menanganinya dengan segera.

Tentang Digital Print (2)

Dh,
Bu Vivi,mau tanya lagi, apakah dengan harga tersebut kita masih bisa bersaing dengan tempat cetak photo spt Fuji Image Plaza,Jonas,dll yg menggunakan alat cetak
khusus? Dan kalau lokasinya spt di komplek rumah begitu bagaimana menurut ibu?
Mohon petunjuknya.
Regards
Edwin

Soal harga itu relatif, sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi sekitar.
Menurut sayo  sih harga yang dipatok Fuji dll itu sudah murah banget, nakalan susah bagi kita u menyaingi mereka dalam soal harga.
Soal kualitas juga pasti kalah…
Mesin khusus yang dipakai, harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta…
Makanya saya anjurkan membuat paket modifikasi, yang tidak ada di Fuji dlll itu… contohnya ya cetak pas foto dari dengan bermacam ukuran, jasa modifikasi… transfer foto dari kamera dan CD, menyediakan jasa scanner dll… kita HARUS lebih kreatif
Sediakan apa yang tidak bisa disediakan oleh Fuji. Terutama keramahan dan pelayanan yang cepat

Di kompleks perumahan juga ok, asal diperhatikan juga kondisi lingkungan apakah banyak warga kompleks yang membutuhkan layanan ini dan juga waktu-waktu dimana banyak warga keluar rumah.
Kalo di perumahan yang warganya hanya lewat di pagi hari dan malem untuk pulang kerja, sementara siang sepi sekali, tentu saja ga bisa…

Terima kasih Bu Vivi sdh mau menjawab email2 saya.
Utk komplek di rumah saya, kebetulan di seberang rumah (beda 1 rumah) ada toko penjual parfum yang cukup ramai, dan bahkan kalau hari sabtu / libur bisa
dikatakan ramai sekali.sedang hari biasa walau tdk seramai hari sabtu/libur tapi selalu ada orang yg beli ke sana.
Di sebelah rumah ada toko pulsa (tdk terlalu ramai). Di seberangnya lg ada toko makanan (jual nasi tim ayam) plus jual sprei.
Yang terpikir oleh saya selain digital printing,mungkin bisa juga menyediakan konten utk
HP,spt ringtone,wallpaper,aplikasi,dll.
Kira2 apakah mungkin ibu bisa kasih saran lain kira2 bisnis apa lagi yg kira2 ok dengan kondisi seperti diatas.
Karena saya pikir sayang sekali kalau kondisi diatas tidak dimanfaatkan.
Mohon petunjuknya.

Regards
Edwin

Mas Edwin,
Wah tempatnya cukup berprospek ya…
Print foto digital + modifikasi kayaknya cocok ya…
Sebenarnya yang pas memang yang berhubungan dengan hp (dalam hal ini cetak foto dari hp)
dan bisa digabung dengan jualan pulsa elektrik, aplikasi dan content u hp, ringtones..
tapi karena toko di rumah sebelah juga udah buka counter hp, perlu dipikirkan lagi..
Counter hp yang menarik (karyawan ramah dan harga bersaing) memang bisa menjadi pilihan
apalagi pelayanan yang lengkap :
transfer via infra-red /bluetooh/kabel data (harus menyediakan beberapa aplikasi u transfer data)
mengisikan aplikasi/ringtones/gambar
ngeprint foto dari HP sekaligus modifikasi
selain pulsa elektrik dan kartu perdana, jualan hp second / servis hp bisa jadi extra pelayanan.
Tetapi kalo ga punya pengalaman/keahlian di bidang itu (servis hp), bisa cari tempat lain yang servis, dan kita ambil fee aja…
Soal printer foto, selain printer foto biasa, printer foto khusus keluaran Kodak (kodak Photo Printer), atau Canon Selphy… printernya sih murah, harga kertasnya yang mahal, karena beli sekaligus dengan catridgenya. Jatuhnya sekitar 2000/lembar u/ uk A6/4R
Tapi kualitasnya bagus banget…
Peluang lain : bukalah DIgital Printing untuk buat spanduk/banner dll… yang skala kecil aja (bukan u billboard lho ya) lagi ngetrend sekarang spanduk pake digital print. Cari tempat digital print yang murah, dengan kualitas lumayan. Kamu terima order aja, ambil ongkos desain, trus ngeprintnya di tempat yang murah tadi…, ambil selisih margin (jangan banyak-banyak 1.000-2000 / m aja)
Salam,

 

Info tentang Waralaba

 Waralaba atau Franchising
(dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan adalah :
hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan

Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia,
yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak
diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan
intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki
pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang
ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau
penjualan barang dan jasa

Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan
Waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir,
dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau
perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem,
prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka
waktu tertentu meliputi area tertentu.

Franchisor dan franchisee

Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud
dengan franchisor dan franchisee.
Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan
yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau
menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas
usaha yang dimilikinya.
Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan
yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas
kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki
pemberi waralaba

Sejarah Waralaba

Perusahaan Coca cola di Atlanta, AS,
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac
Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan
distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal,
namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba
ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang
lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola.
Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah
Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors
Industry ditahun 1898.
Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah
dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi
dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar
pabrikan mobil dengan dealer.

Mc Donalds, salah satu pewaralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia

Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap
saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer
membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering
Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha
restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka
untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo
dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu
pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami
berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal
menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering
pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem
waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS,
menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai
bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada
di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J
Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis
waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor)
dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan
bersama, tidak berdasarkan SARA

Jenis waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:

1. Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya
lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan
lebih bergengsi.
2. Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi
untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak
memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang
disediakan oleh pemilik waralaba.

Biaya waralaba
Biaya waralaba meliputi:
Ongkos awal, dimulai dari Rp. 10 juta hingga Rp. 1 miliar. Biaya ini
meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk
membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos
penggunaan HAKI.

Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba
operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15 persen dari
penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10 persen. Lebih
dari 10 persen biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran
yang perlu dipertanggungjawabkan.

Waralaba di Indonesia

Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu
dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.
Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya
sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi
penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya

Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama
yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat
baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat
bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba
berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum
akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997,
yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun
1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah
dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba.
Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum
dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut:

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No.
259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara
Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam
bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk
berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum
tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang
dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di
Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal
ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan
sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan
bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara
mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan
sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba
akan terus berekspansi.

Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO
(Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License
Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan
waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting,
FT Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di
Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah
dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and
Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia (
Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise
Indonesia).

Tingkat pengembalian

Tingkat pengembalian yang layak dari sebuah waralaba adalah minimum 15
persen dari nilai.

Lain-lain
Di Indonesia waralaba yang berkembang pesat dan masih sangat
menguntungkan adalah waralaba di bidang makanan (Wong Solo, Sapo
oriental, CFC, Hop Hop, Red Crispy, Papa Ron dan masih banyak merek
lainnya ).
Waralaba berbentuk retail mini outlet (IndoMaret, Yomart, AlfaMart )
banyak menyebar ke pelosok kampung dan pemukiman padat penduduk.
Dibidang Telematika atau Information & Communication Technology , juga
mulai diminati pada 3 tahun terakhir ini berkembang beberapa bidang
waralaba seperti distribusi tinta printer refill/cartridge (Inke,
X4Print, Veneta dll ) , pendidikan komputer (Widyaloka, Binus ) ,
distribusi peralatan komputer ( Micronics Distribution ) , Warnet /
NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy) , Kantor Konsultan Solusi
JSI , dll.

Yang juga menguntungkan adalah waralaba di bidang pendidikan (Science
Buddies, ITutorNet, Primagama ) , terutama taman bermain (SuperKids)
dan taman kanak-kanak(FastractKids, Kids2success , Townfor Kids) ,
Pendidikan Bahasa Ingris ( EF/English First, ILP, Direct English ) , dll

Perkembangan merek dan waralaba dalam negeri cukup pesat dan pada
pameran pameran franchise ditanah air terlihat banyak merek merek
nasional Indonesia bersaing dengan merek global dan regional.

* dari berbagai sumber*

Tentang Digital Print

Menanggapi posting di bizmart, 25/01/2008

Ade Firmansyah wrote
Rencananya saya mo buka usaha digital print di perumahan tempat saya tinggal
(photo digital, cetak photo digital dan scan klise kemudian cetak), cuma belum
tau apa aja yang perlu di persiapkan. Moga dengan sharing ini di milis ada yang
mau memberi tahu kira kira apa aja yang di butuhkan untuk menjalankan usaha ini
(anggap aja saya mulai dari 0/ belum tau apapun). Sekalian dengan panduan harga
jual nya juga lebih baik.

Pipiw wrote:

Mas Ade,

saya pernah punya usaha digital print

Secara umum yang diperlukan adalah :
1. Komputer dengan spesifikasi yang mendukung grafis.
Pentium IV dengan Memory 512 MB cukup lah
Lengkapi dengan Program Adobe Photoshop

2. Scanner.
Lebih baik lagi kalau scannernya mendukung scan negatif film (tentu
saja harganya lebih mahal)

3. Printer Foto
Canon PIXMA atau Epson Stylus Photo lebih dianjurkan. Umumnya
mempunyai tinta individual sehingga hasil print foto lebih tajam.

Untuk menghemat biaya, printer bisa dimodifikasi dengan sistem infus.
Tetapi saran saya, yang perlu diingat, kalo memang perlu diinfus,
pilihlah tempat yang sudah punya nama/terkenal dengan kualitas baik,
dan menyediakan layanan purna jual (after sales service)
Banyak toko komputer juga yang menyediakan jasa ini, tapi sebaiknya
pilihlah tempat yang mengkhususkan diri untuk jasa isi ulang tinta ini.

Tinta yang dipakai juga berpengaruh, tinta yang tidak berkualitas
membuat foto hasil cetakan memudar dalam waktu tertentu (biasanya 3-4
bulan sudah berwarna kuning)

4. Kertas Foto
Kertas foto yang beredar sangat banyak jenis dan harganya juga
bervariasi. Ada yang jenis Glossy (mengkilat), Matte (soft). Ada juga
kertas sticker foto dll… tersedia dalam ukuran A4 (bisa dipakai
untuk beberapa ukuran foto ataupun A6 (untuk ukuran 4R standard)
Harga sekitar 15.000 – 30.000 per pak (isi 20 lembar)

5. Sediakan juga Bluetooth dongle, Infra Red Adapter, Card Reader,
untuk memindahkan foto dari kamera handphone (ini yang lebih banyak
diminati daripada dari kamera digital)

Bluetooth dongle biasa bisa didapat dengan harga 50.000 (biasa) sampai
250.000 (bagus), Infra red juga ada yang seharga 30.000an -100.000an.
Card Reader biasa (mendukung multi card) seharga 40.000 – 100.000an

Oh ya, perlu diingat, kelemahan foto yang di print memakai printer
adalah tidak setajam cetak foto via lab foto digital.

Untuk harga jual, sesuaikan dengan pasar sekitar. Saya sarankan tidak
jauh2 dengan harga cetak digital, yang sekarang hanya 1.000/uk 4R.

Untuk lebih menambah service ke pelanggan, tambahkan dengan software
modifikasi foto, misalnya : menambahkan frame foto, background yang
bisa diganti… dll…

Untuk lebih jauh foto bisa diaplikasikan ke kartu nama, kartu ucapan,
undangan pernikahan dll…

Kiat supaya tidak kalah dengan lab digital adalah pelayanan yang
cepat, ramah, dan menyediakan modifikasi kreatif secara berkala,
misalnya mengupdate gambar background, menyediakan paket2 cetak..
misalnya… 1 lembar A6, bisa untuk cetak 2 lembar foto 4×6, plus 4
lembar foto 3×4…

Untuk lebih jauh, bisa dibuat studio mini yang menerima foto close up,
atau untuk pas foto….
Carilah order untuk foto/mencetak ke sekolah2… pasarnya ga pernah
abis…
Semoga membantu,
Edwin Wrote:

Kalau ukuran2 foto spt 4R,10R,dll dalam cm ataupun
dalam pixel (utk adobe photoshop) berapa ya ukurannya?
Bagaimana menentukan ukuran foto dalam program2
aplikasi (adobe,dll) yg ada di PC?
Pipiw Wrote :

Mas Edwin,

di Photoshop bisa dipake ukuran dalam cm kok…

Untuk 10 R, ukurannya 20,3cm x 25,4 cm
5 R = 13,7 x 17,8 cm
4 R = 10,2 x 15,2 cm
3 R = 8,9 x 12,7 cm

Kalo 10 R Salon / Jumbo uk. 20,3 x 30,5 cm

Harga Standard untuk cetak (ini tergantung tempat dan lokasi ya…)

10 R = Rp. 6.500, 10 R Salon/Jumbo Rp. 10.000
4 R = 1.300, 5 R = 4.500, 3R=800

- Untuk Pas foto Buat aja paket pas foto, misalnya untuk kertas 4R
(atau A6) menjadi 9 lembar foto 3x4cm, atau 4 lembar 4×6 cm, atau
divariasikan… harga jualnya per lembar bisa jadi Rp. 3.500,
bandingkan dengan 4R standard yang Rp. 1.300

Awalnya mungkin susah, tapi jangan segan2 belajar terus ya…

Salam,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.